Kolom Joni H. Tarigan: Insinyur Jawa
Akan tetapi, dalam publikasi oleh CISIS Indonesia yang berjudul “Perjalanan Reformasi Ekonomi Indonesia 1997-2016” menuliskan bahwa terjadi pelemahan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada 2010 mencapai 6.8%, melemah ke 5%. Indonesia kalah saing dengan biaya logistik yang mahal, melemahnya daya beli, serta arus investasi yang tidak baik. Dalam dokumen ini juga dipaparkan bahwa pemerintahan SBY juga sudah menyadari bahwa pembangunan infrastruktur sangat penting. Namun pada pelaksanaannya banyak benturan, termasuk regulasi dan gaya kepemimpinan. Di laman Okezone (Klik di SINI ) dipaparkan pertumbuhan ekonomi melemah sampai 4% pada 2014.
Berkaitan dengan bonus demografi, tentu akan menjadi ancaman jika keadaan ekonomi yang terus melemah. Dikutip dari laman Tibuniews (Klik di SINI ), ekonomi Indonesia bertumbuh sebesar 4.88% pada tahun 2015. Ekonomi terus bertumbuh menjadi 5.02% pada tahun 2016. Dari laman Kontan (Klik Di SINI ) dipaparkan bahwa pencapaian ekonomi Indonesia pada 2017 membaik menjadi 5.07%. Pertumbuhan ini tentu belum sesuai dengan target ataupun janji pemeritahan Jokowi-JK, akan tetapi kita patut bersyukur bahwa trendingnya kembali membaik setelah pelemahan sejak 2010.