Kolom Joni H. Tarigan: Luis Milla,
Saya sangat menantikan permainan tim negara ini, sedangkan anak saya tidak kenal kompromi dengan film cartoon pilihannya. Saya mencintai tim sepakbola negeri ini, tetapi mengabaikan anak saya adalah dosa berat bagi saya. Ahirnya seringkali cuplikan laga Timnas saya tonton hanya lewat Youtube.
Puncak perkembangan tim Indonesia terlihat saat babak ke-2 laga U23 Indonesia melawan U23 Uni Emirate Arab ( UEA). Sekalipun pemain dari negara Timur Tengah ini tinggi, pemain Indoensia mampu bermain dengan sangat Indah. Bola begitu lincah berpindah dari satu pemain ke pemain yang lain. Mental adalah sumbangan besar lain dari Luis Milla, tim Indonesia menjadi terkenal karena selalu mampu bangkit kembali di babak ke-2. Hal ini sangat berbeda sebelum Luis Milla, dimana dulu babak pertama sangat bersemangat dan langsung menurun drasti di balak ke-2. Seorang ibu Karo yang biasa meramu minyak urut Karo sedang merangkai dedaunan penyejuk jiwa (bulung simalem-malem) dari hutan larangan sebuah desa Karo di Dataran Tinggi Karo.[/caption]