Kolom Joni H. Tarigan: Milla, Boikot Semua Liga Rasanya
Satu-satunya tanggapan yang diuangkapkan oleh Luis Milla adalah ungkapan perpisahan bernada cinta akan sepakbola Indonesia, akan tetapi kecewa terhadap kepengurusan federasi sepakbola Indonesia, yakni PSSI. Ungkapan itu saya tangkap lewat publikasi media online (Lihat di SINI ). Mengacu ke sumber informasi ini, inilah satu-satunya tanggapan Milla terkait batalnya ia melatih Indesia, yang diunggah di IG-nya.
Berkaca dari sulitnya mendapatkan informasi yang valid dari PSSI, maka saya lebih percaya informasi yang diunggah oleh Milla. Ini bukan masalah nasionalisme, ini masalah sportifitas. Mereka yang tidak sportif sama saja dengan mencoreng bangsanya sendiri. Nasionalisme rasanya tidak bisa dilepas dari jiwa sportif.
PSSI tidak akan bisa berjalan, jika tanpa dukungan masyarakat. Bayangkan jika suatu liga tidak ditonton oleh supporter, maka permainan sepakbola itu sendiri tidak menarik. Jika tidak ditonton oleh masyarakat, mungkinkah sponsor merelakan uangnya untuk suatu liga? Rasanya tidak. Selain dana dari sponsor, uang dari tiket supporter tentu juga tidak sedikit. Tanpa penonton atau masyarakat suatu LIGA AKAN MATI.