Kolom Joni H. Tarigan: Semua Anak Terlahir Percaya
Sejak awal bersekolah kami melihat anak kami memang percaya diri, akan tetapi suatu saat kami mendapat iformasi dari gurunya bahwa anak kami ini terlihat seperti tidak percaya diri. Jika disuruh untuk maju ke depan kelas anak kami akan mencari sudut untuk sembunyi. Kadang ketika menggambar, ia tidak yakin dengan apa yang ia gambar. Ia kadang-kadang melihat gambar temannya untuk dia gambar lagi. Ketika menggambar ia juga membuat gambar yang sangat kecil. Hal-hal inilah menjadi bukti bahwa anak kami sudah berubah menjadi tidak percaya diri.
Menyadari kekeliruan ini kami kembali ke sekolahnya dan menyampaikan kepada gurunya bahwa kami telah melakukan sesuatu yang salah. Kami meminta anak kami untuk selalu meminta ijin untuk melakukan apapun, sehingga anak ini kehilangan kepercayaan dalam dirinya. Gurunya pun sangat berterima kasih atas kerjasama kami sebagai orangtua, dan memberikan beberapa masukan untuk mengembalikan anak kami. Pesan dari gurunya “PERCAYA DIRI” adalah hal yang sangat penting bagi anak. Itu akan menjadi pintu baginya untuk menjalani kesehariannya.
Ketika kita sendiri yang tidak percaya diri, lalu bagaimana kita mempertahankan ANAK KITA YANG PERCAYA DIRI? Dari kasus anak kami, memang tidak mudah untuk melakukannya. Apa yang kami lakukan adalah setiap saat kami berbicara, mendengarkan, dan bermain dengan anak kami. Kami juga menyadari bahwa kami bukanlah sosok sempurna sebagai orangtua, sehingga dengan kesadaran ini kami juga rela untuk selalu mengoreksi diri kami sendiri sebagai orangtua.
SETIAP ANAK TERLAHIR PERCAYA DIRI, GENERASI MINDER ADALAH HASIL DARI PENDAHULU YAN MEMBESARKANNYA.