Kolom Juara R. Ginting: Dominasi Aseng Di Timnas
Keadaan di Timnas Belanda tidak jauh berbeda dengan Timnas Prancis walaupun di skuad Timnas Belanda masih terlihat beberapa pemain berkulit putih sedangkan di skuad Timnas Prancis hampir tidak kelihatan sama sekali.
Pada mulanya, para pemain kulit hitam di Timnas Belanda hanya yang berasal dari Suriname, yang penduduknya mayoritas beragama Kristen. Tapi, belakangan, sudah mulai bermunculan beberapa pemain asal Arab khususnya Maroko yang penduduknya beragama Islam. Demikian juga halnya dengan Timnas Inggris, seperti Belanda, sudah lama memasang para pemain kulit hitam walaupun belum sebanyak Belanda apalagi Prancis.
Sedikit lain dengan Jerman yang baru beberapa tahun belakangan ini memunculkan beberapa pemain asal luar negeri. Itupun sebagian saja yang kulit hitam, sedangkan lainnya berkulit putih asal Polandia.
Perkembangan di Jerman ini dapat menjadi sebuah renungan tentang keadaan di Eropah Barat secara umum. Tampaknya ada korelasi antara disertakannya pemain-pemain asal luar negeri dengan kolonialisme di masa lalu. Prancis dan Inggris adalah 2 negara paling banyak jajahannya di dunia. Keberadaan orang-orang asing di negara itu yang tercermin di dalam Timnas mereka terkait dengan kedatangan orang-orang asal jajahan mereka.
Belanda memang tidak banyak jajahannya, tapi negara ini sempat dibanjiri oleh para imigran asal Suriname sehingga ada kota baru di Belanda yang, bila kita memasukinya, terasa berada di sebuah negara lain dimana hampir semua penduduknya adalah berkulit hitam.
Pemain kulit hitam tidak banyak terlihat di skuad Timnas Spanyol maupun Portugis. Kalaupun ada beberapa imigran, mereka tidak telihat sebagai orang asing karena di banyak negara jajahan mereka telah terjadi mestisaze sehingga banyak warganya Mestizo atau di Indonesia dan Belanda biasa disebut Indo. Bila Indo adalah campuran Belanda dengan orang Indonesia yang ras Mongloid, Mestizo adalah campuran Spanyol/ Portugis dengan orang-orang Indian yang juga dari ras Mongoloid.