Kolom M.u. Ginting: Dari Swedia Dalai Lama Kejutkan Kaum — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Dari Swedia Dalai Lama Kejutkan Kaum

Kolom M.u. Ginting: Dari Swedia Dalai Lama Kejutkan Kaum

Kemarin dulu , Dalai Lama datang ke Malmo di Swedia, kota terbesar di bagian Selatan negara itu. Pernyataannya bikin Swedia 'setengah bingung' karena belum pernah tercetus penyataan Dalai Lama seperti itu di semua negara kunjungannya, terutama juga karena Dalai Lama pernah menyatakan dirinya keluar dari arena perpolitikan beberapa tahun lalu. Pernyataan kali ini jelas politis, walaupun dengan alasan yang sangat logis.

Katanya, setelah para pengungsi mendapatkan pendidikan di Swedia (Eropah) mereka perlu kembali ke negerinya untuk membangun negeri masing-masing.

"Eropah adalah milik orang Eropah," katanya lagi.

Partai nasionalis Swedia (Swedish Democrat) yang sudah jadi partai nomor 3, dan pada Pemilu hari Minggu kemarin berhasil meningkatkan tambahan kursinya di Parlamen Swedia, menyambut pidato Dalai Lama. Mereka sangat setuju dengan pernyataannya itu. Akan tetapi, bagi The Establishment Swedia, ini sangat mengecewakan.

Perlu diingat bahwa Swedia adalah negara ketat PC (Political Correctness), istilah yang di AS sudah semakin jelas bagi rakyat karena Presiden Trump sendiri adalah orang yang anti-PC dan anti-The Establishment. Berlainan dengan di AS dimana publik cukup banyak yang sangat merasakan tekanan PC, di Swedia tidak banyak yang paham PC, apalagi merasakan tekanan atau penindasannya yang malah sering dianggap normal saja.

Begitulah ketatnya pengaruh mind control PC. Pengaruh lama kekuasaan partai-partai sosialis/ buruh ('kiri') di Eropah Barat masih terasa walaupun sudah terlihat dalam fase menurun atau akan lenyap dalam arus sejarah Abad 21. Ini terbukti dari membesarnya partai-partai nasionalis Eropah tipe Brexit yang oleh kaum The Establishment disebut partai populis atau partai 'kanan'. Belakangan sudah ada juga yang berani sebut partai nasionalis walaupun masih jarang dipakai.

Kontradiksi utama dunia bukan lagi antara kiri kontra kanan atau Timur kontra Barat seperti abad lalu, tetapi justru sudah berubah menjadi kontradiksi antara kekuatan nasional bangsa-bangsa dunia kontra kekuatan global orang-orang PC itu.

Dalam menanggapi pernyataan Dalai Lama, orang Swedia terutama dari kalangan kultur sudah langsung angkat bicara bilang Dalai Lama seorang yang berpikir 'kaku' tidak luas.

"Karena dia sendiri sudah 60 tahun di pengasingan," katanya.

Pernyataan tentang "kekakuan" Dalai Lama kalau dikaitkan dengan dengan perubahan kontradiksi utama dunia sama sekali TIDAK KAKU, tetapi itulah tuntutan perubahan jaman.

CATATAN REDAKSI: Main Stream Media (MSM) coba meredam pernyataan Dalai Lama ini, tapi di youtube bisa dilihat beberapa vlog pribadi yang membahas mengapa MSM tidak menyebarkan pernyataannya.