Kolom M.u Ginting: Kontradiksi Utama
"Bagaimana mereka berpikir keras di jamannya dengan kesadaran nasionalisme tapi tetap mempertahankan tradisi suku," tulis Edi Sembiring di kolomnya di SORA SIRULO.
Lihat di SINI .
Ketika era 'progresif' akhir abad lalu mendominasi dunia terutama di negeri-negeri berkembang seperti Indonesia tahun 1960an, simpati dan solidaritas daerah dan suku bangsa menjadi sasarannya. Ketika itu disebut juga 'daerahisme', sukuisme, atau primordialisme dsb. Ini terutama digiatkan oleh orang-orang progresif/komunis. Sebuah perkampungan Karo di Langkat[/caption]