Beranda / Kolom M.u. Ginting: Menyemai Rasa Kolom M.u. Ginting: Menyemai Rasa Berita terkini Internasional Kolom Nasional · 24 Oktober 2018 Betul memang, RADIKALISME model HTI, FPI, 411, 212, ISIS, dan Bokuharam adalah pengganti (lanjutan) dari alat divide and conquer KOMUNISME yang sudah tidak laku itu. Di Eropah dan AS, radikalisme pakai nama lain seperti Neo-Nazi, Nordic-Resistence (Skandinavia), dsb. Pencipta radikalisme adalah sama seperti pencipta Marxisme/ Komunisme, yaitu bank kartel internasional NWO (New World Order). Dunia sudah tahu bahwa komunisme adalah alat pecah belah untuk mendirikan tirani NWO, bukan untuk menyelamatkan kaum proletar. Orang Indonesia sudah punya pengalaman konkret dalam hal komunisme sebagai alat pecah belah ini. Hanya saja, dulu orang kita masih belum mengerti, karena belum ada yang menelanjangi soal komunisme di era ketertutupan abad lalu (abad 20). Rahasianya masih sangat ketat tertutupi. Sekarang, sudah tersebar luas hakekat komunisme itu. Tinggal baca, semua sudah tersedia di internet. Setelah itu, waktunya menyadari bahwa radikalisme sudah menggantikan komunisme. Radikalisme masih perlu terus dipelajari dan diwaspadai. Dipelajari cara dan taktiknya yang sangat banyak ragamnya dan disesuaikan dengan kesadaran/ kultur tiap negeri atau lokasi. Contohnya, sebuah keluarga di Surabaya dibrainwash sesuai dengan kesedaran keluarga itu. Walaupun butuh biaya dan waktu, tetapi berhasil melaksanakan tujuannya: Memecah belah dan menakut-nakuti rakyat banyak. Orang yang takut dan bingung gampang dikendalikan: KUASAI. Itulah divide and conquer . Iklan