Kolom Muhammad Nurdin: Anies Baswedan, Sang Boneka
Seharusnya, sebagai gubernur, Anies lebih tahu dan paham siapa yang layak jadi pendampingnya. Sehingga, keputusan ada di tangan Anies. Tapi, Anies paham, ia tak lebih dari alternatif pemimpin yang lebih baik, ketimbang seorang kafir yang telah "menista" Quran. Anies paham, jika mengandalkan kata-kata manisnya saja, takkan menang melawan Ahok yang prestasinya bejibun. Anies paham, kalau bukan karena duit Sandi dan mesin partai yang masuk sampai ke mesjid-mesjid, sampai pakai politik ayat dan mayat, ia pasti kalah.
Hasilnya, nilai tawar Anies sebagai gubernur tak lebih dari boneka di hadapan partai pendukungnya.