Beranda / Kolom Nisa Alwis: Kolom Nisa Alwis: Kolom Nisa alwis Pemilu · 19 September 2018 Membaca statemen tokoh PKS bahwa Sandi Uno adalah ulama, sontak saya teringat lagu lama, "Rindu Terlarang". Entah nyambung atau tidak, tapi situasinya memang terkesan maksa. Kenapa sih harus terus-terusan pake jargon agama? Kepala negara kan bukan kordinator majlis taklim. Bila saja Sandi ditampilkan sesuai karakternya, mungkin akan terlihat lebih bernilai. Tidak sekedar polesan-polesan yang membuatnya malah terasing, seperti bukan dirinya. Secara bahasa arti 'ulama' itu meman g orang berilmu. Tapi yang berlaku umum adalah pengertian 'istilah'. Di sini, Ulama ialah punggawa ilmu agama. Kalau Bapak Hidayat mau maknanya diperlebar ya ada konsekuensinya. Nanti orang bisa bilang penjahit baju di pasar juga ulama, tukang service jam ulama, mandor bangunan ulama, penjagal sapi juga ulama... Loh, kan semua sektor ada ilmunya kan, Pak. Apakah memang begitu? Iklan