Beranda / Kolom Sada Arih Sinulingga: Memahami "karo Bukan Batak" Dengan Kolom Sada Arih Sinulingga: Memahami "karo Bukan Batak" Dengan Berita terkini Kolom · 11 April 2018 Belanda pada saat terjadinya Perang Sunggal tahun 1872 -1895 menyebut perang tersebut sebagai Perang Batak (Batak Oorlog), Perang Sunggal bahu membahu Suku Karo dengan Suku Melayu untuk mengusir kolonial yang merampas tanah-tanah mereka. Tanah-tanah itu hendak dijadikan perkebunan asing oleh tuan-tuan kebun. Untuk melemahkan perlawanan ini, Belanda melakukan taktik devide et impera , pecah belah antara Melayu dengan Karo dan memfitnah Suku Karo sebagai orang-orang Batak yang suka merampok, primitif dan sebagainya disematkan sifat-sifat yang kurang baik. Melayu di takut-takuti terus dengan kata-kata Batak kepada orang Karo di bawah pimpinan Datuk Sunggal Badiuzaman Surbakti dan saudara-saudaranya yang lain dibantu Panglima Nabung Surbakti dari Suku Karo. Belanda pun kemudian menyebutkan Perang Sunggal sebagai Perang Batak (Batak Oorlog). Belanda mengalami kerugian besar dari perang ini. Iklan