Manufacturing Indonesia 2018: Proyeksi Teknologi Untuk Dorong Industri 4.0
ITA APULINA TARIGAN. JAKARTA -- Manufacturing Indonesia 2018 Series, pelopor pameran Indonesia di sektor teknologi dan servis manufaktur, akan dimulai pada 5-8 Desember 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta , bekerjasama dengan Machine Tool Indonesia , Tools & Hardware Indonesia, dan Industrial Automation & Logistic Indonesia 2018. Menampilkan mesin-mesin produksi, hingga peralatan, bahan, dan servis manufaktur, lewat pameran ini, seluruh pengunjung akan mendapatkan pemahaman terbaik mengenai teknologi di balik industri manufaktur 4.0.
Untuk pertama kalinya selama 3 dekade perhelatan, acara ini akan diselenggarakan bersamaan dengan pameran subkontraktor industri pertama di Indonesia , Subcon Indonesia 2018 , yang akan mendorong industri manufaktur dalam memasuki peluang masa depan bisnis Indonesia .
Untuk pertama kalinya, pameran ini juga akan memperkenalkan Industry 4.0 Showcase , yang menampilkan berbagai teknologi dan produk Industry 4.0, dengan 9 pilar utama termasuk manufaktur aditif, augmented reality, big data & analytics, cybersecurity , dan robot otonom. Esensi dari Manufacturing Indonesia adalah mengenai teknologi. Dengan menampilkan Industry 4.0 yang berasal dari seluruh ekosistem, kesembilan pilar Industry 4.0 akan dipamerkan khusus untuk mengungkap potensi manufaktur pintar Indonesia di masa depan. Pameran ini akan menampilkan mesin-mesin produksi, hingga peralatan, bahan, dan servis manufaktur.[/caption]
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, telah merancang roadmap Industry 4.0, Making Indonesia 4.0 , di awal tahun 2018. Ini menjadi lompatan besar bagi sektor industri, di mana teknologi informasi kini terintegrasi dengan proses produksi dan manufaktur termutakhir, yang selanjutnya menargetkan Indonesia masuk dalam 10 ekonomi terbesar dunia pada 2030. Saat ini, Indonesia telah terdaftar sebagai salah satu dari 10 industri manufaktur dunia oleh Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO).
Selama pameran, seluruh pengunjung akan melihat beberapa peserta pameran terkemuka yang berpartisipasi, antara lain DMG Mori, First Machinery Trade Co , Jaya Metal, Kanematsu KGK, Mitsubishi Electric Indonesia , Somagede dan Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia.
"Perusahaan manufaktur dan kelistrikan Indonesia sudah mengikuti standar internasional dan SNI, di mana produksi diadaptasi berdasarkan pesanan atau sudah tersedia. Sehingga proyek industri dan infrastruktur memanfaatkan rancang bangun dan rekayasa telah mampu dilayani oleh industri nasional, walaupun beberapa material dan komponen ke hasil industri hilir masih impor. Ini jelas akan berpengaruh signifikan pada perputaran ekonomi nasional," ujar Karnadi Kuistono, Ketua APPI Jakarta. Pameran ini akan mengungkap potensi manufaktur pintar Indonesia di masa depan serta seluruh pengunjung akan mendapatkan pemahaman terbaik mengenai teknologi di balik industri manufaktur 4.0.[/caption]
Teknologi-teknologi yang dibutuhkan dan ditampilkan perusahaan pendukung akan dipresentasikan dalam pameran yang berlangsung selama empat hari dari 5-8 Desember 2018. Informasi lebih lanjut, dapat kunjungi https://manufacturingindonesia.com/ .