Kolom Andi Safiah: Desain — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Andi Safiah: Desain

Kolom Andi Safiah: Desain

Kita sejak lama memahami apa yang terjadi dalam dunia politik tidak ada yang kebetulan. Semua yang kita saksikan sebenarnya sudah didesain sedemikian rupa. Banyak sekali contoh yang bisa kita ajukan untuk menguji teori desain ini.

Misalkan desain soal politik identitas.

Mereka yang sejalur dalam iman biasanya tidak rela dipimpin oleh mereka yang imannya berbeda. Ini terjadi pada warga Jakarta walaupun mereka sebenarnya paham yang mereka dukung kualitasnya jauh lebih rendah dari kandidat yang imannya berbeda tapi kerjanya sudah terbukti beres.

Pada konteks ini politik identitas berdasarkan desain keimanan telah melahirkan petaka bagi mereka sendiri. Pada titik ini saya jadi ingat petuahnya Plato: "The penalty good men pay for not being interested in politics is to be governed by men worse than themselves. "

Ternyata, jika berpikir terbuka, kita bisa menentukan siapa saja yang akan menjadi pemimpin dengan memilih mereka bukan berdasarkan politik identitas macam iman yang sama, tapi memilih pemimpin berdasarkan kapasitas Intelektual dan tentu saja track recordnya yang beres.

Saya sendiri tetap melihat Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di Kawasan Asia bisa melahirkan pemimpin yang bisa bekerja dengan beres. Karena kecintaannya pada bangsanya. Bukan sekedar urusan keimanan yang jelas sekali sangat subjektif personal.

Terlalu egois saya kira jika Indonesia rusak hanya karena urusan politik indentitas. Sementara kita sama-sama sadar bangsa bangsa Indonesia sangat beragam. Keragaman itu sifatnya given by nature , bukan kaleng-kaleng rombeng yang bunyinya nyaring tapi kosong.