Kolom Boen Syafi'i: Indonesia
Begitulah perkataan Al Maghfurlah Mbah Kyai Maimoen Zubair sebelum berangkat menunaikan ibadah Haji (yang saya kutip dari akun Gus Mus). Seorang Kyai karismatik sekaligus sesepuh NU yang selalu menjadi rujukan pertama para Kyai, untuk sekedar meminta wejangan atau nasihat darinya.
Tidak berlebihan jika saya menuliskan judul "Indonesia Berduka".
Wafatnya Beliau menyisakan banyak duka untuk segenap Bangsa Indonesia. Bukan lagi satu suku, satu etnis, lebih lebih satu Agama, melainkan semua etnis, suku, Agama maupun yang ateis sekalipun meratapi kepergiannya.
Semua rakyat meratapi kepergiannya, tak lupa ikut pula mendoakannya.
Luar biasa, setelah dahulu wafatnya Al Maghfurlah Gus Dur diratapi oleh ratusan juta manusia, kini Mbah Kyai Maimoen Zubair pun demikian adanya. Itulah manusia baik, dan tolok ukur dari manusia baik adalah selalu diratapi kepergiannya oleh lautan manusia lainnya.
Agama hanyalah sebuah perantara, agar manusia bisa berbuat baik, berbelas kasih, dan penuh dengan karya baik, agar bisa dinikmati oleh manusia yang masih berada di dalam alam fana. Dan Alhamdulillah, Al Maghfurlah Mbah Kyai Maimoen Zubair sudah memiliki itu semua.
Tinggal kita merenung, karya baik apa yang bisa kita tinggalkan, sebelum Sang Ilahi Rabbi memanggil kita. Meskipun "kepergian" kita nantinya tidak diratapi oleh jutaan manusia, namun minimal anak Istri, selalu mengenang budi baik kita selama di dunia.
Jika belum bisa bermanfaat buat sesama, maka sebisa mungkin janganlah merugikan hidup manusia lainnya
Tuhan hanya memandang seberapa besar kebaikan hamba-hambaNya. Bukan melihat ketaatan. Namun, di lain pihak, malah sering membuat kehancuran di dunia. Sugeng tindak Mbah Kyai, segala kebaikan dan budi baik dari Panjenengan, akan dikenang sepanjang masa.
Salam GUSDURian.. Salam Jemblem...