Kolom Boen Syafi'i: Indonesia Turut
"Party, let's begin ," begitulah ucapan pertama saat memasuki pintu masuk Masjid, dari Brenton Tarrant sang teroris biadab (28 tahun) asal Australia. Ya, dialah pelaku utama dari penyerangan terhadap para jamaah di sebuah Masjid, kota Cristcrucht Selandia Baru. A ksi dari tindakan brutalnya ini pun mengakibatkan 40 orang meninggal dunia, dan 22 orang lainya luka-luka. Si teroris pun mengakui dia pengikut setia Donal Trump sang Presiden AS, yang terkenal rasialis dan anti terhadap humanity.
Atas terjadinya insiden tersebut, lantas siapakah dalam hal ini yang patut disalahkan?
Ya, yang patut disalahkan bukanlah agamanya. Melainkan para penganut-penganutnya yang terlalu "kenthir" dalam memahami kesucian dari ajaran agamanya. I nilah bukti kuat, bahwa tindakan teror itu bukan hanya milik satu agama saja, namun ternyata banyak agama juga melakukan hal yang serupa.
Mereka mengira Tuhan lah yang disembahnya. Namun, sayangnya, bukanlah Sang Maha Kebaikan itu yang mereka sembah, tapi setan yang penuh dengan keangkaramurkaan, dan juga kebencian, yang bersarang di dalam dadanya. Padahal, sisi kemanusiaan itu lebih tinggi tingkatannya dari semua agama apapun yang berada di dunia. https://www.youtube.com/watch?v=TtNWXwbda9U
Ahsudalah.
Wong agama itu seperti semvak, tidak perlulah dipamer-pamerkan keberadaannya. Jika isinya lebih nikmat, kenapa juga harus meributkan semvaknya? Seluruh agama di Indonesia turut berdukacita atas insiden biadab yang terjadi di New Zaeland.
Semoga para korban yang meninggal dunia, diberi kenikmatan sorga di kehidupan yang selanjutnya.
Amiin.
Salam Jemblem..