Kolom Boen Syafi'i: Inilah Sejatinya Islam
"Budaya NUsantara itu syirik, bid'ah, dan tempatnya ada di neraka jahanam," kata seorang anak kuliahan Semester 1 yang baru saja mengenal agamanya. Inilah contoh anak jaman sekarang. Sedari kecil bermalas-malasan untuk mengaji di rumah para Kyai. Namun, begitu sudah dewasa, menjadi keblinger karena mengenal agama dari para begundal khilafah yang lebih mengutamakan bungkus daripada isiinya.
Dikit-dikit bicara surga dan neraka. Dikit-dikit melaknat dan mengkafirkan segala sesuatu yang tidak sejalan dengan ajaran dari kelompoknya.
Padahal, hidup itu tidak melulu tentang surga dan neraka, karena masih ada yang lebih utama di atasnya, yakni kasih sayang dari sesama manusia. Bukankah dahulu para Wali tidak pernah mencoba untuk memusnahkan tradisi budaya bangsa kita?
Kenapa bisa demikian? Karena para Wali sadar perekat persatuan dan kedamaian adalah salah satunya juga dari tradisi luhur warisan NUsantara. Tingkatan mereka adalah Wali, dan tentu saja kedekatan dengan Sang Maha Cinta sudah tidak diragukan lagi. Namun, anak kemarin sore malah membanggakan cadar, jenggot dan celana cingkrangnya. Miris, dikira budaya kadal gurun itu adalah perintah agama? https://www.youtube.com/watch?v=oE-G3_IehyA
Tidak hanya itu, mereka pun sering berteriak bahwa Pancasila thogut, syariat khilafah adalah perintah Tuhan (Mereka itu kayak wes pernah omong-omongan sama Tuhan wae). Ternyata bagi mereka, semakin kaffah itu harus semakin menghina yang lainnya.
Pun jika leluhur kita dulu sering berbuat baik, itu bukannya mereka takut dengan surga dan neraka. Memang sudah begitulah genetis mereka, yang suka mengamalkan filosofis luhur dari para pendahulunya. Karena surga dan neraka bukanya terletak dari pakaiannya, namun dari jiwa yang penuh kedamaian dan kasih sayang di sepanjang hidupnya.
Lebih takutlah jika cinta dan kasih sayang di dalam hatimu itu musnah dan binasa. Dan juga lebih takutlah, jika HPmu sering berdering kemudian ada pesan di WA yang berkata: "Gak pulang-pulang, ya? Awas, yo, jangan tidur di rumah, sana di Musholla saja."
Salam Jemblem..