Kolom Boen Syafi'i: The Power Of Culture -- Budaya — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Boen Syafi'i: The Power Of Culture -- Budaya

Kolom Boen Syafi'i: The Power Of Culture -- Budaya

Jokowi adalah seorang Presiden yang sangat gemar sekali menyampaikan uneg0uneg di dalam hatinya dengan menggunakan simbol. Ya, Jokowi adalah Presiden ke dua yang gemar memakai komunikasi unik ini, setelah dahulu Presiden Soeharto pernah pula menggunakannya.

Dan kemarin, di saat pementasan wayang kulit di Istana Negara, sebenarnya ada pesan tersendiri yang ingin disampaikan oleh sang Presiden terhadap Bangsa Indonesia.

Yakni, mari sama-sama merawat, memelihara serta melestarikan budaya sendiri. Selain itu pementasan wayang kulit tersebut juga menjadi sinyal kuat dari Beliau, bahwa genderang perang untuk melakukan perlawanan terhadap budaya asing (lebih-lebih yang berkedok Agama) sudah beliau tabuh dan akan segera dimulai.

Pastinya, resiko apapun akan ditempuh, meski suatu saat nanti banyak yang akan menentang kebijakannya. Ingat, tiada satupun negara di dunia ini yang mengalami kemajuan pesat di saat terlalu ekstrim, memakai idiologis Agama. Namun sebaliknya, banyak negara yang kini mengalami kemajuan pesat oleh karena mereka merawat serta mencintai peradaban budayanya sendiri.

Bukankah Bali yang justru malah didatangi oleh King Salman daripada Aceh yang telah lama berlabel syariat? Agama adalah ranah privasi masing-masing masing dari manusia. Sedangkan melestarikan budaya sudah menjadi kewajiban dari semua kalangan masyarakat, yang hidup berdampingan di dalam sebuah Negara. https://www.youtube.com/watch?v=WFfcrbcEYjE

Agama tidak akan bisa menyatukan sebuah bangsa yang heterogen penduduknya, tanpa adanya budaya di dalamnya. Budaya kuat maka nasionalisme pun meningkat.

Luar biasanya lagi, seorang Didi Kempot kemarin berhasil mengajak Presiden, Menteri, Kyai, Habib, Tokoh Agama sampai dengan rakyat jelata, untuk bernyanyi bersama sama. Itulah magis power dari budaya bangsa.

Namun, yang di Saudi sana diam-diam ikut menonton dan bernyanyi pula. "Sewu kuto uwis tak liwati, sewu ati tak takoni, nanging kabeh podo ra ngerteni, sok kapan aku bali?"

Nasiiibb Nasiiibbb..

Salam Jemblem..