Kolom M.u. Ginting: Salah Jokowi
Wow, Waketum Gerindra Arief Poyuono ngomong ngawur dan kekanak-kanakan. Kalau anak-anak berbuat salah patut memang menyalahkan orangtua karena tanggungjawabnya mendidik anak-anak. Tetapi Andi Arief bukan anak-anak dan, karena itu, tidak bisa menyalahkan orangtuanya, apalagi . . . presiden negaranya . . . jauh sekali tendensi yang disasar oleh Waket Gerindra. Tindakan Andi Arief adalah kriminal dan kriminal besar karena Indonesia dalam keadaan darurat Narkoba.
Di samping itu, dia adalah seorang penanggungjawab sebuah partai politik.
Menurut Waketum Gerindra, juga Pemerintahan Jokowi tidak serius menangani peredaran Narkoba, karena sekarang Narkoba lebih banyak, menurutnya. Tetapi, tertangkapnya Andi Arief juga kan menandakan keseriusan menghadapi peredaran dan pemakaian Narkoba.
"Pernyataan itu jelas tendensius, inisuatif dan bisa dibaca sebagai upaya mengkambinghitamkan Pemerintahan Jokowi atas tindakan individual yang dilakukan seorang pengurus partai pendukung Kubu Prabowo," kata Koordinator Ksatria Airlangga Teguh Prihandoko dalam keterangan tertulis (merdeka.com) .
Kata Teguh juga bahwa peredaran dan pemakaian Narkoba oleh para politikus sangat berbahaya bagi kehidupan negara kalau politikus yang bertanggungjawab mabuk Narkoba. Ini betul sekali!