Kolom Sanji Ono: Ahok, Cctv Dan Dalang — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Sanji Ono: Ahok, Cctv Dan Dalang

Budaya ·
Kolom Sanji Ono: Ahok, Cctv Dan Dalang

Keberhasilan Polri menangkap 442 Tersangka Aksi Kerusuhan 22 Mei salah satunya adalah berkat adanya 6000 CCTV pendeteksi wajah yang dipasang di Era Ahok Yang tersebar di seluruh Jakarta. CCTV berhasil merekam beberapa kejadian penting seperti terekamnya sebuah mobil ambulans milik salah satu Partai Tuhan, partai yang berinisal GERINDRA, yang mengangkut batu dan para perusuh, pembagian amplop yang duduga bayaran untuk aksi demo.

CCTV juga merekam kejadian penembakan para pemdemo dari jarak dekat oleh oknum penyusup.

Masih banyak kejadian lainnya yang menjelaskan kepada kita ada aktor intelektual di balik kerusuhan 22 Mei kemarin, Aktor biadab yang menginginkan Indonesia hancur lebur seperti Syria, Lybia, Mesir dan negara-negara di Timur Tengah lainnya yang porak-poranda karena perang saudara.

Di benak kita pasti muncul pertanyaan besar, aiapa aktor biadap tersebut?

Gua memiliki sebuah keyakinan Big Bos terbesarnya sulit utuk diungkap. Alasannya bukan karena polisi tidak mampu mengungkap, tapi karena bukti-bukti dan saksi di lapangan hanya mengarah kepada pelaku kerusuhan dan orang yang memerintahkan mereka. Tidak sampai pada siapa aktor intelektual teratasnya. Seperti kartel narkoba yang biasanya mata rantainya putus hanya sampai pada pengedar. Tak sampai menyentuh pemilik pabrik narkobanya.

Aktor kerusuhan 2 Mei lalu hanya martir yang rela mati demi menutup rapat siapa atasan mereka.

Majalah Tempo mengupas tuntas kronologi siapa di balik aksi 22 Mei. Mulai dari penyelundupan senjata dari Aceh hingga mobilisasi massa, pemetaan lokasi rusuh, dan lain-lain. Tapi, sekali lagi, Tempo hanya bisa mengusut sampai sebatas dalang di balik kerusuhan 22 Mei. Bukan The Big Bos, aktor intelektual perusuhnya.

Dik Nur nyeletuk: "Emang siapa sih, mas, The Big Bos Aktor Intelektual kerusuhannya?"

Dengan nafas berat, karena melihat es campur di atas meja, gua jawab: "Yah, yang pasti ngak jauh-jauh dari orang-orang yang sering meneriakan narasi kecurangan Pemilu, orang yang hobby lempar handphone dan gebrak meja, orang yang nanya arah kiblat ke mana padahal dia sedang berada di rumahnya,"

Sekali lagi, waktu membuktikan kalau sebuah prestasi itu tak dapat dibeli. Sejarah membuktikan, Ahok adalah salah satu Gubernur terbaik yang pernah dimiliki Jakarta. Dia bukan hanya menyelesaikan masalah yang ada di depan mata seperti macet dan banjir, tapi juga telah memikirkan masalah-masalah yang akan timbul jauh di kemudian hari. Terbukti ribuan CCTV lebih berguna dari ribuan UPS bernilai milyaran rupiah yang dia hapus dari usulan anggota dewan.

So, untuk semua ribuan CCTV yang terpasang di Jakarta, yang berhasil mengungkap ratusan pelaku kerusuhan, mari kita ucapkan: "Terimakasih, Pak Anies!"