Puisi: Cinta
Bertubi-tubi tuduhan berdesing: Antek Aseng, Antek Asing, keturunan PKI, anak haram, planga plongo, sikurus kering, kerempeng, Kacung Mak Banteng, petugas partai, siraja hutang, pembohong
Sumpah serapah tumpah ruah, menghunjam bak anak panah, menusuk kalbu beku
Empat tahun dia tersenyum saja mengelus dada dalam taqwa .... seakan tidak peduli rintang duri kebesaran jiwa dalam semboyan Kerja, kerja, kerja....
Tiada harga Belum puas, api dilempar dendam berkobar, rezim anti ulama, persekusi, anti kritik, kriminalisasi, anti demokrasi, dusta di balik pembenaran diri
Pengecut, tidak tegas cukup sekali, haram dipilih kembali, ingkar janji caci maki keji hanya karena dengki iri hati
Rasa takut ditebar, narasi jahat diumbar, nafsu kuasa, nurani hilang rasa hilang dalam bahasa
Sebegitu nya kah kita kecewa sehingga berkata pongah, pertama dalam sejarah Presiden terburuk paling banyak di hujat, kuala .....
Hai pengkhianat kufur nikmat beruntunglah Indonesia ada seorang putra bangsa yang bersahaja, yang hatinya penuh gelora cinta...
Cinta keluarga Cinta Indonesia Pusaka Terimakasih Pejuang... Cita Gemilang .
Medan, 7 Februari 2019