Puisi: Penjual Lubang — Sorasirulo
Sorasirulo

Puisi: Penjual Lubang

Berita terkini Budaya ·
Puisi: Penjual Lubang
Oleh: Boen Syafi'i Senyum mengembang, meski hati terkekang Di dalam suka tersimpan perasaan yang sedih tak terhingga Dan di dalam dukanya tersimpanlah perasaan bahagia Dia abaikan nurani Dan dia abaikan logika Berjuang demi keluarga, meskipun menjual raga Rokok di tangan, sebagai tanda dirinya menunggu pelanggan Bedak memutih untuk menutupi hatinya yang kelam Namun, terkadang engkau selalu disalah-salahkan Padahal, semua itu karena polah si hidung belang Tangisan dan keperihan hatimu, tidak pernah engkau pedulikan Karena semua untuk satu tujuan Yakni, agar kelak anak-anakmu bisa hidup mapan Dan tidak mengikuti jejakmu menjadi kupu-kupu malam Namun, sayangnya, kini kau menangis menjadi-jadi Karena ada yang bisa menjual hingga 80 juta Sedangkan dirimu, dari dulu kok hanya 25 ribu saja Itupun jika tidak ditawar setengahnya Kisah penjual lubang jalanan, yang kalah harga dengan si artis layar kaca Woalah nasibmu, Yu .... Yu ... Salam Jemblem..