Kolom Boen Syafi'i: Tuan Rumah Yang Diusir Tamunya — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Boen Syafi'i: Tuan Rumah Yang Diusir Tamunya

Kolom Boen Syafi'i: Tuan Rumah Yang Diusir Tamunya

Tok tok tok.... Sang tamu mengetuk pintu si empunya rumah sambil berkata permisi, punten. Sejurus kemudian, si empunya rumah yang memang terkenal sabar dan berhati mulia, karena diajarkan begitu oleh leluhurnya, membukakan pintu rumahnya.

Si empunya rumah berkata: "iya, silahkan masuk Mas dan Mbak. Kira-kira apa yang bisa saya bantu buat kalian?"

"Kami numpang sebentar di pekarangan rumah anda bolehkah, Pak?" Kata si tamu perempuan yang mengenakan pakaian hitam berjuntai. Cuma matanya saja yang kelihatan.

Dasarnya baik dan tidak menaruh curiga sedikitpun, si empunya rumah mengizinkan si tamu untuk sebentar numpang. Karena si tamu berasal dari negeri yang dilanda konflik, tentu saja kondisi mereka tidak sekaya seperti pendatang lainnya.

Setiap harinya, si empunya rumah selalu saja memberikan makanan ke mereka.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Si tamu tidak juga meninggalkan pekarangan rumah yang janjinya dulu cuma numpang sebentar. Ternyata mereka sangat kerasan hidup di bumi yang banyak pepohonan, serta air sungai yang mengalir dengan jernihnya ini.