Kolom Edi Sembiring: Aktivis Buruh Dan Agraria Ikut Dampingi — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Edi Sembiring: Aktivis Buruh Dan Agraria Ikut Dampingi

Kolom Edi Sembiring: Aktivis Buruh Dan Agraria Ikut Dampingi

Petani Simalingkar dan Mencirim (Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara) yang tengah melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara sudah sampai di Merak (Banten). Para petani disambut oleh aktivis dari gerakan tani, buruh dan mahasiswa. Diantaranya: KPA, Pergerakan Petani Banten (P2B), Konfederasi KASBI, PMII Cilegon, PMII Serang, Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik dan Aliansi Mahasiswa Cilegon.

Malam itu para petani bermalam di Cilegon. Mereka beristirahat di Gedung Serbaguna Kota Cilegon.

Kemarin , rombongan petani mulai melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Dan akan bermalam di Kota Serang, tepatnya di kantor PW NU Serang, Provinsi Banten.

Telah 39 hari para petani melakukan aksinya. 170 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) (Kabupaten Deli Serdang alias Karo Hilir), telah melakukan aksi jalan kaki dari Medan sejak tanggal 25 Juni 2020 menuju Jakarta.

Para petani bertekad bulat melakukan aksi jalan kaki 1.812 kilometer dari Medan menuju Istana Negara di Jakarta, untuk mencari keadilan kepada Presiden Joko Widodo. Karena, selama bertahun-tahun, konflik agraria tidak dapat diselesaikan oleh Pemkab Deli Serdang dan Pemprov Sumatera Utara.

Areal lahan pertanian dan tempat tinggal yang mereka (petani) kelola dan tempati sejak tahun 1951 telah digusur paksa oleh korporasi plat merah bernama PTPN II. Padahal para petani telah mengantongi SK Landreform sejak tahun 1984.

Lebih parahnya lagi, sebanyak 36 petani di Sei Mencirim yang ikut tergusur sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM). Bahkan tiga petani yakni Ardi Surbakti, Beni Karo-Karo dan Japetta Purba ditahan.