Kolom Edi Sembiring: Para Petani Karo Lanjut Berjalan Kaki — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Edi Sembiring: Para Petani Karo Lanjut Berjalan Kaki

Kolom Edi Sembiring: Para Petani Karo Lanjut Berjalan Kaki

Para petani Karo Hilir kembali berjalan kaki ke Jakarta untuk meminta keadilan. Pagi hari tadi , rombongan petani yang melakukan aksi jalan kaki mulai bergerak kembali menuju Jakarta. Mereka adalah petani asal Desa Simalingkar A (Kecamatan Pancur Batu) dan Desa Mencirim (Kecamatan Kutalimbaru), keduanya terletak di Kabupaten Deli Serdang (Sumatea Utara) yang di Masa Kolonial dan Pra Kolonial disebut Karo Doesoen atau Karo Jahe (Karo Hilir).

Sejak 1945 hingga 1955 kedua desa itu masuk ke wilayah administasi Kewedanaan Karo Jahe yang bersama Kewedanaan Karo Gugung dan Kewedanaan Karo Barat merupakan bagian dari Kabupaten Tanah Karo.

Kabupaten Karo sekarang (bukan Kabupaten Tanah Karo) adalah wilayah Kewedanaan Karo Gugung dan Kewedanaan Karo Barat dulu, sedangkan Kewedanaan Karo Jahe menjadi bagian Kabupaten Deli Serdang.

Para petani itu bergerak dari Kantor DPW PKB Riau setelah satu minggu beristirahat memulihkan stamina.

Sebelumnya, 170 petani telah berjalan kaki sepanjang 650 Km selama 17 hari dari Medan. Mereka berjalan kaki dari Medan sejak tanggal 25 Juni 2020 untuk menuju Istana Negara, Jakarta. Mereka ingin menjumpai Presiden Joko Widodo untuk meminta keadilan, karena tanah yang mereka tempati telah digusur paksa oleh korporasi PTPN II.

Saat tiba di Pekanbaru seminggu yang lalu, Komisi VI DPR meminta perwakilan petani datang ke Jakarta. 26 petani sebagai perwakilan telah berangkat dengan mobil medis ke Jakarta.