Kolom Edi Sembiring: Petani Karo Hilir Ajak Ngetwit Bareng
170 petani berjalan kaki dari Medan sejak tanggal 25 Juni 2020 menuju Jakarta. Koordinator aksi jalan kaki (Sulaiman Sembiring) mengatakan, mereka jalan kaki dari Medan menuju Jakarta dengan tujuan ingin bertemu Presiden Joko Widodo untuk menuntut keadilan.
Mereka tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) yang bertahun-tahun memperjuangkan tanah yang mereka tempati yang telah digusur paksa oleh korporasi PTPN II.
Dewan Pembina Serikat Petani Simalingkar dan Mencirim Bersatu (Aris Wiyono) menyampaikan tuntutan para petani yang tertulis dalam Press Releasenya :
Adapun tuntutan yang akan kami sampaikan kepada Presiden Jokowi adalah :
1. Negara harus hadir dan serius dalam penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia khususnya konflik antara petani Simalingkar A dan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara di satu pihak dengan PTPN II di pihak lain;
2. Berikan Tanah Untuk Rakyat dengan melakukan redistribusi tanah sesuai Nawacita Presiden Jokowi untuk Reforma Agraria berdasarkan UUPA No. 5 Tahun 1960 dan mencapai kedaulatan pangan;
3. Hentikan penggusuran terhadap areal pertanian dan pemukiman petani di Desa Simalingkar A dan Sei Mencirim;
4. Hentikan kriminalisasi terhadap petani serta bebaskan Ardi Surbakti, Beni Karo-karo dan Japetta Purba;
5. Hentikan konspirasi jahat oknum penegak hukum dengan korporasi (PTPN II).
6. Berantas Mafia Hukum.
Untuk lebih mendukung para petani mendapatkan keadilan, maka diadakan ajakan untuk melakukan Twit Bareng. Ajakannya sebagai berikut :
Undangan Ngetwit Bareng #SelesaikanKonflikAgraria
09.00 - 13.00 WIB 10.00 - 14.00 WIT 11.00 - 15.00 WITA
Hastag : #SelesaikanKonflikAgraria
Caranya Gunakan foto-foto aksi jalan kaki petani. Dan Mention ke akun twitter:
@jokowi @DPR_RI @kemenBUMN @atr_bpn
Reminder: Hastag: #SelesaikanKonflikAgraria