Kolom Edi Sembiring: Tidur Di Emperan -- 1.250 Km
Setelah lebih dari 550 Kilometer dijalani, kemarin malam (Jumat 10 Juli 2020), 170 petani yang mengikuti aksi jalan kaki dari Medan menuju Istana Presiden (di Jakarta) beristirahat di sekitar Kabupaten Bengkalis, Riau.
Tepatnya setelah melewati Simpang Bukit Timah menuju Duri.
Koordinator aksi jalan kaki (Sulaiman Sembiring) mengatakan, mereka berjalan kaki dari Medan (25 Juni 2020) menuju Jakarta dengan tujuan ingin bertemu Presiden Joko Widodo untuk menuntut keadilan.
Mereka tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) yang bertahun-tahun memperjuangkan tanah yang mereka tempati yang telah digusur paksa oleh korporasi PTPN II.
"Massa aksi petani jalan kaki dari Medan ke Istana Negara (Jakarta) beristirahat di emperan Ruko dan tenda darurat dikarenakan tidak dapat tempat istirahat. Fasilitas sosial dan fasilitas umum yang ada di Duri, yang akan kami singgahi, tidak ada yang mau menerima dan rata-rata tidak diperbolehkan oleh aparatur pemerintah setempat," kata Aris Wiyono melalui pesan dari WhatsApp (WA) yang dikirimkan ke SoraSirulo.com .
"Semoga beberapa hari ke depannya, provinsi dan kabupaten yang akan kami lewati, para aparaturnya mampu membantu dan bisa mengamalkan nilai-nilai dari Pancasila. Bisa memberikan tempat istirahat kepada kami pejalan kaki dari Medan menuju Jakarta guna mencari keadilan bagi keberlangsungan hidup anak dan cucu kami. Hentikan kekerasan dan kejahatan yang dilakukan oleh BUMN (PTPN 2)," tegas Aris Wiyono melalui pesan dari WhatsApp (WA) yang dikirimkan ke SoraSirulo.com.