Kolom Arif A. Aji: Tanah Air Atau Mati -- — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Arif A. Aji: Tanah Air Atau Mati --

Budaya ·
Kolom Arif A. Aji: Tanah Air Atau Mati --

Ernesto Guevara de la Serna. Seorang pejuang kemanusiaan Kuba, yang malah berasal dari Argentina. Seorang pejuang untuk rakyat kecil yang tertindas oleh sistem kapitalisme.

Dalam sebuah perjalanan menggunakan motor, dia melintasi beberapa negara Amerika Selatan sekitar 8000 km.

Dia terjun langsung di kehidupan rakyat miskin dengan memberikan pengobatan gratis pada mereka, yang tak ditangani serius oleh negaranya. Backgroundnya seorang dokter. Dengan perjalanan panjangnya dia mengabdikan dirinya pada ketidakberdayaan rakyat miskin, di setiap jalan yang dia lewati.

Ketika dia sudah mendapatkan sertifikat resmi dokternya, dan sudah memiliki gelar dokternya, dia tidak merasa tenang. Dari pengalaman perjalanannya dengan melihat nasib para rakyat yang miskin dan tertindas di Amerika Selatan, dia sadar dengan hanya sebagai dokter tak akan banyak merubah segalanya.

Akhirnya dia putuskan untuk meninggalkan profesi dokternya dan mengangkat senjata untuk melawan kapitalisme yang selalu menciptakan kesengsaraan dan penderitaan rakyat miskin.

Hingga akhirnya dia sampai di Kuba. Bersama presiden Kuba saat itu (Fidel Castro), dia melawan sistem kapitalisme Amerika Serikat yang selalu mengeksploitasi negara-negara Amerika Selatan.

Dia pejuang kemanusiaan sejati. Dia tak memandang dari bangsa apa atau negara mana. Namun, yang dia tahu dengan mata kepalanya sendiri, penderitaan sesama manusia.

Walau berpaham kiri atau Marxisme, dia membuktikan dia sungguh sungguh memperjuangkan nasib rakyat kecil yang menderita. Dia tinggalkan zona nyamannya yang seharusnya dia bisa hidup sejahtera dengan menjadi seorang dokter.

Dia memilih hidup di kamp perjuangan di hutan-hutan. Tak pernah patah semangat untuk melawan kapitalisme yang menyengsarakan rakyat kecil dan miskin.

Seorang dokter yang memilih radikal dengan mengangkat senjata. Tak rela saudara sesama manusia dari kelas bawah selalu disengsarakan oleh sistem pemerintahan yang tak peduli dengan hidup dan nasib rakyat.

Sejalan dengan Presiden Indonesia waktu itu (Ir. Sukarno), keduanya adalah pemimpin yang tidak mau didikte oleh Amerika Serikat. Mereka menentang sistem dominasi Amerika Serikat dan lebih mengutamakan kepentingan Bangsa dan Tanah Air sendiri.

Dia seorang pejuang tak kenal takut walau dia tahu akan selalu jadi target pembunuhan dari berbagai pihak yang tak menginginkan keberadaannya.

Terutama dari pihak Amerika Serikat.

Dalam usia 39 tahun dia dieksekusi dengan segala konspirasi di dalamnya. Dia adalah simbol perlawanan dari ketidakadilan di seluruh dunia. Dan dia adalah simbol dari kesempurnaan hidup dari seorang manusia.

Bagaimana tidak, dia seorang Argentina yang jadi pahlawan perjuangan Bangsa Kuba. Setelah perjalanan panjangnya, dan melihat sendiri penderitaan sesama manusia dari kalangan bawah, yang selalu tertindas oleh sistem pemerintahan di negara mereka.

Akhirnya, dia memutuskan berjuang untuk Rakyat Kuba. https://www.youtube.com/watch?v=kTqwy6ay1HQ