Kolom Elisabeth Barus: Balada Buah
Tidak semua hal sesuai keinginan kita. Kita diharuskan selalu mampu berdampingan dengan ketidakpastian. Sehingga manusia dituntut untuk berpengharapan kepada penciptaNya.
Di saat sudah lelah mencari solusi, namun tak juga ditemukan, biar semesta bekerja dengan sendirinya.
Manusia memiliki batasan tentang itu. Lakukan sesuai kemampuan. Jangan melebihi kapasitas diri. Seperti pohon langsat ini, buahnya lebat, namun terjadi kebingungan saat mau panen. Dalam satu tangkai bermacam usianya.
Ada yang masih mentil. Ada yang sudah remaja dan ada yang sudah matang. Padahal, seharusnya dia seragam. Kalaulah tadi duku, cara panennya memang dipilih-pilih dalam satu tangkai. Tapi, kalau langsat panen sekaligus dalam satu tangkai.
Akhirnya si langsat biarkan berjatuhan satu demi satu tanpa dipanen. Buahnya lebat. Kalau dipikir-pikir, sayang dibiarkan berjatuhan. Tapi, apakah solusinya?
Tidak ada.
Memang sudahlah demikian. Kalau sekedar buat cemilan, gak apa ambil yang sudah berjatuhan. Masih bagus dan tidak busuk kok. Bahkan sudah sangat matang dan manis. Tapi tidak bisa panennya seragam.
Biarlah, ya kan we? https://www.youtube.com/watch?v=D50AvyovsFU&t=27s