Kolom Sri Nanti:
Mbak Grace bilang Pak PS menyesal pernah dekat dengan kelompok intoleran. Terus, sama media dipelintir Pak PS menyesal pernah didukung kelompok Islam. Terus Pak TS marah merasa dukungan dan pengorbanannya selama ini dilupakan begitu saja.
Terus Gerindra klarifikasi bahwa Pak PS tidak pernah menyesal didukung kelompok Islam.
Nggak kapok-kapok ya media tukang pelintir ini. Para elite juga, masih suka Baper. La, kalau nggak merasa sebagai kaum intoleran mbok santai saja.
Tapi memang simalakama sih. Mau bilang menyesal pernah dekat dengan kelompok intoleran untuk meraih suara kaum nasionalis, nanti kelompok intoleran nggak mau dukung. Mau bilang nggak menyesal, kelompok nasionalis yang emoh. Repot kan?
Memang baiknya kampanyekan visi misi dan prestasi saja. Membaur ke bawah sambil canda tawa. Nggak usah pakai sentimen SARA. Mancing-mancing emosi dan perdebatan. Kesenggol sedikit saja, geger dunia persilatan jempol.
Lagian, kenapa harus pakai emosi untuk meraih simpati? Kalau dengan bernyanyi bisa menyentuh hati. Apalagi ditambahi sholawatan...
Rusuh minggat!