Kolom Sri Nanti: Sudut Pandang
Budaya ·
Apa yang dikatakan Pak Prabowo ini benar. Banyak pengusaha hanya "kaya di atas kertas". Nilai asetnya besar tapi tidak likuid. Kas yang ada tidak mampu membayar kewajiban lancarnya.
Akhirnya usahanya macet, karyawan tak terbayar, hutang numpuk, dan seterusnya.
Butuh support dana segar dalam jumlah besar untuk kembali bergerak. Tapi, apakah penyelesaian masalah itu harus dengan "berkuasa"? Tidak juga sih.
Mencampuradukkan bisnis dengan kekuasaan hanya akan melahirkan konflik kepentingan bagi penguasa itu sendiri. Fokusnya akan terbagi antara menyelesaikan masalah perusahaannya dan masalah kesejahteraan rakyat.