Tanaman Liar Berguna:
Tidak semua rumput liar sebagai musuh tanaman. Sebagian besar dapat dimanfaatkan untuk tanaman budidaya dan ternak. Beberapa rumput liar tersebut juga dapat dikonsumsi atau 𝘦𝘥𝘪𝘣𝘭𝘦.
Sudah 2 tahun ini kami bergelut dengan konsep pertanian hutan pangan pada ketinggian 1200 mdpl di Karo.
Salah satu tantangannya adalah gulma atau rumput liar. Terutama saat musim hujan pertumbuhan gulma sangat cepat sehingga harus kejar-kejaran proses pembersihannya.
Bagi yang tidak paham semua status rumput mungkin saja sama. Ketika kami kedatangan beberapa keluarga dan pekerja ke lahan, mereka mencabuti beberapa rumput dan menjadikan lalapan. Nama rumput tersebut adalah 𝘴𝘶𝘯𝘥𝘶𝘳.
Selama ini kami juga tidak mengetahui rumput tersebut edibel. Orang Karo memang suka lalapan saat makan. Saat makan daging mereka sering melalap daun 𝘪𝘯𝘨𝘶𝘭 atau suren merah.
Lalapan lainnya seperti 𝘭𝘦𝘪𝘺𝘶𝘩, 𝘬𝘶𝘳𝘮𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘳𝘪𝘬, 𝘬𝘶𝘳𝘮𝘢𝘬 𝘯𝘶𝘳𝘪𝘢, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘥𝘢, paku - pakuan dan sebagainya. Hal lebih esktrim lagi makan nasi dengan durian. Ada juga makan nasi dengan buah buahan seperti jeruk siam.
Tumbuhan 𝘴𝘶𝘯𝘥𝘶𝘳 ini berwarna daun hijau saat muda dan merah keunguan. Tangkai daun atau pokoknya mengeluarkan sedikit getah putih saat dipatahkan. Tidak mengeluarkan aroma khas saat dimakan. Pucuk daun tidak memiliki rasa namun daun yang lebih tua sedikit mengandung rasa pahit.
Terkait manfaatnya belum banyak diketahui. Beberapa dari mereka yang pernah mengkonsumsi mengaku berkhasiat baik untuk lambung. https://www.youtube.com/watch?v=__bI-qf7izk