Budidaya Labu Air (gundur) Banyak — Sorasirulo
Sorasirulo

Budidaya Labu Air (gundur) Banyak

Budaya ·
Budidaya Labu Air (gundur) Banyak
Laporan CORAH SIMBINCAR LAYO dari Dataran Tinggi Karo

Labu air atau gang biasa disebut gundur dalam Bahasa Karo sering dijumpai sebagai hidangan pesta orang-orang Karo. Rumah makan khas Karo juga biasanya menyajikan kuliner dari olahan gundur ini menjadi berbagi macam hidangan lezat. Biasanya sebagai campuran gulai ayam kampung.

Beratnya beragam. Paling kecil biasanya 2 kg dan yang besar bisa mencapai lebih dari 10 kg.

Kalau kita jenguk ke ladang-ladang petani Karo, jarang sekali kita temukan gundur ini ditanam dalam skala besar. Biasanya ditanam beberapa batang saja sebagai tanaman selingan. Jarang dijadikan sebagai tanaman utama. Padahal, di Pusat Pasar Kabanjahe gundur ini dijual dengan harga yang terbilang mahal, berkisar antara Rp 5 ribu/ kg hingga Rp 8 ribu/ kg.

Apakah gundur ini hanya disukai oleh orang Karosehingga tidak ada permintaan untuk dikirim ke daerah lain? Mungkin itu sebabnya para petani Karo tidak membudidayakan dalam jumlah yang banyak seperti tanam-tanaman yang lain.

Bila gundur ini bisa dipasarkan dalam jumlah besar maka sangatlah menguntungkan bagi petani,. Perawatannya cukup mudah. Tidak perlu penyemprotan pupuk atau hanya membutuhkan sedikit pemupukan. Katakanlah harganya Rp. 2 ribu/ kg. Satu buah gundur bisa mencapai 10 kg berartnya. Jadi, satu buah gundur harganya bisa mencapai Rp. 20 ribu.

Satu batang biasanya menghasilkan 20 buah. Dengan begitu, satu batang gundur bisa menghasilkan Rp 400 ribu setiap panen. Setelah panen pertama, batang gundur bertahan selama 3 bulan. Selama itu pula batangnya menghasilkan buah. https://www.youtube.com/watch?v=_WO5C5qFr1w