๐—ž๐—˜๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—›๐—”๐—ฅ๐—จ๐—ฆ ๐——๐—œ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—•๐—”๐—œ๐—ž๐—œ Dan ๐— ๐—˜๐— ๐—œ๐—ก๐—ง๐—” ๐— ๐—”๐—”๐—™! -- ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ท๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ณ๐—ฒ๐˜€๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—บ๐—ฒ, โ€” Sorasirulo
Sorasirulo

๐—ž๐—˜๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—›๐—”๐—ฅ๐—จ๐—ฆ ๐——๐—œ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—•๐—”๐—œ๐—ž๐—œ Dan ๐— ๐—˜๐— ๐—œ๐—ก๐—ง๐—” ๐— ๐—”๐—”๐—™! -- ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ท๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ณ๐—ฒ๐˜€๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—บ๐—ฒ,

Budaya ·
๐—ž๐—˜๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—›๐—”๐—ฅ๐—จ๐—ฆ ๐——๐—œ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—•๐—”๐—œ๐—ž๐—œ Dan ๐— ๐—˜๐— ๐—œ๐—ก๐—ง๐—” ๐— ๐—”๐—”๐—™! -- ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ท๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ณ๐—ฒ๐˜€๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—บ๐—ฒ,
Oleh BASTANTA P. SEMBIRING

Poster yang diposting oleh fanpage Kecamatan Berastagi terkait ๐—™๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐—น ๐—•๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ & ๐—•๐˜‚๐—ฎ๐—ต ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ di Kabupaten Karo (Sumatera Utara) menuai respon negatif (kecaman) oleh warga-net Karo (Suku Karo). Pasalnya, poster ajakan untuk ikut memeriahkan festival yang rutin dilaksanakan tiap tahun di Dataran Tinggi Karo tersebut tidak mencerminkan kearifan lokal setempat, yakni Budaya Suku Karo.

Di poster sebelumnya (sebelum dikritik dan akhirnya diperbaiki) tampak foto aparatur setempat (Kecamatan Berastagi) dan di bawahnya terdapat 2 (dua) buah gambar model Rumah Adat Suku Batak.

Jelas ini tidak tepat dan menyinggung perasaan Masyarakat Karo. Karena acara tersebut merupakan agenda rutin Kabupaten Karo yang merupakan bagian dari Taneh Karo Simalem, yakni tanah ulayat Suku Karo, dan acara ini juga dirancang untuk menunjukkan kekayaan alam Kabupaten Karo dan sekaligus untuk memperkenalkan kearifan lokal atau Budaya Suku Karo. Seharusnya di dalam poster tersebut adalah gambar model Rumah Adat Suku Karo, bukan Rumah Adat Suku Batak!

Apakah ini disengaja atau tidak, atau ketidakprofesionalan pengelola fanspage? Apalagi yang memposting ini diketahui fanspage pemerintah (Kecamatan Berastagi), tentu ini sangat, sangat mengganggu.

Masyarakat Karo kecewa dan keberatan akan hal ini. Dan harusnya hal-hal seperti ini tidak terjadi!

Setelah ramai di dunia maya dan dikecam warga net, khususnya Suku Karo, akhirnya poster tersebut diperbaiki dan ditempelkan gambar model Rumah Adat Suku Karo.

Namun, harusnya, untuk menunjukkan profesionalisme dan rasa tanggungjawabnya, pihak pengelola fanspage dan atau pihak Kecamatan Berastagi harusnya menyampaikan permintaan maafnya kepada Masyarakat Kabupaten Karo dan secara luas kepada Masyarakat Suku Karo. Namun ....

Sehingga, pergantian/perbaikan foto yang tiba-tiba dan tanpa permintaan maaf ini menimbulkan silang pendapat baru di antara warga net Suku Karo. Sebagian pihak yang tidak sempat melihat versi sebelumnya (versi salah) kemudian menuduh pengkritik sebagai pembuat onar dan mengada-ngada. Padahal, ini disebabkan oleh karena pemosting (fanspage Kecamatan Berastagi) sudah mengganti fotonya.

๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฆ-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด-๐˜ณ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜’๐˜๐˜•๐˜๐˜’๐˜ˆ๐˜™๐˜–๐˜• ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข!

Mejuah-juah INDONESIA