Jual Bibit Wortel Berastagi Ke Jawa -- Awal Kehancuran
Selain masuknya wortel dari China ke Indonesia, penjual bibit wortel Dataran Tinggi Karo ke Pulau Jawa juga sangat berpengaruh besar yang mengakibatkan anjloknya harga wortel kali ini. Banyak diantara penjual bibit yang mengirim bibit wortel ke Pulau Jawa. Kualitas bibit wortel Dataran Tinggi Karo, khususnya dari Karo Julu dan Karo Gunung-gunung, jauh lebih bagus dibandingkan bibit wortel Jawa.
Perbandingan kualitas bisa terlihat pada warna dan rasa.
Wortel Dataran Tinggi Karo warnanya orange cerah dan rasanya manis. Sementara wortel Jawa warnanya pucat dan umbinya memanjang. Rasanya tidak seenak wortel Dataran Tinggi Karo.
Wortel Berastagi, itulah sebutan wortel asal Dataran Tinggi Karo yang dikirim ke Pulau Jawa. Dengan mengirim bibitnya ke Pulau Jawa tentu saja varietas wortel Berastagi sudah berkembang di Pulau Jawa. Otomatis pembeli darP Pulau Jawa ke Dataran Tinggi Karo sudah berkurang karena di sana juga sudah tersedia wortel yang sama kualitasnya dengan wortel Berastagi.
.
Foto utama adalah wortel Berastagi sementara foto kecil adalah wortel Jawa
Kalau mereka membeli dari Dataran Tinggi Karo, biaya transportasi tentu tidak sedikit. Tentu saja mereka merasa lebih baik membeli dari petani di Pulau Jawa daripada ke Dataran Tinggi Karo. Tentunya akan menghemat biaya transportasi sementara kualitasnya sudah sama. Dulu, sebelum penjual bibit wortel mengirim bibitnya ke Pulau Jawa, masih sangat banyak permintaan dari Pulau Jawa sehubungan dengan kualitasnya memang jauh lebih bagus.
Beberapa bulan lalu, akibat terlalu banyak curah hujan, terjadi gangguan pembibitan sehingga bibit wortel sangat langka di Dataran Tinggi Karo. Harganya juga menjulang hingga 4 kali lipat dari harga biasanya. Di situlah ada oknum yang cari kesempatan dengan membeli bibit wortel dari Jawa dan menjualnya di Dataran Tinggi Karo. Mereka mengatakan kalau bibit yang mereka jual asli bibit wortel Dataran Tinggi Karo.
Setelah wortel itu membentuk umbi barulah diketahui kalau bibitnya bukan bibit Dataran Tinggi Karo karena warnanya pucat, bentuknya kecil memanjang, dan rasanya tidak segurih wortel asli Dataran Tinggi Karo. Banyak petani yang langsung meneraktor ladangnya karena wortel yang mereka tanam tidak laku di pasaran.
Ada juga sebagian yang membiarkan saja sampai wortelnya cukup umur. Setelah itu dijual kepada perengge-rengge turun malam untuk dibawa ke Medan. Biasanya mereka membayar uang traktor saja. Itulah akibat dari menjual bibit wortel manis Dataran Tinggi Karo ke luar daerah sehingga menjadi gara-gara anjloknya harga komoditi wortel di Dataran Tinggi Karo. https://www.youtube.com/watch?v=BDvR6QzCRjI