Kata Juara Ginting, Maarten Paes Adalah Si Kancil Terbang
Semuanya yang menyaksikan laga Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Ronde 3 Zona Asia malam ini pasti setuju kalau di pihak Indonesia, Maarten Paes layak menjadi MOTM (𝘔𝘢𝘯 𝘖𝘧 𝘛𝘩𝘦 𝘔𝘢𝘵𝘤𝘩) pertandingan ini. Bahkan di laga sebelumnya saat menghadapi Arab Saudi yang merupakan debutnya Paes bersama Tim Nasional Indonesia, dia layak sebagai MOTM.
Penampilan Maarten Paes malam ini tidak luput dari perhatian antropolog Juara R. Ginting yang pernah menjadi seorang penjaga gawang terkenal di Dataran Tinggi Karo (akhir 1970an - awal 1980an).
Dia menonton pertandingan dari Leiden (Belanda). Katanya, dia sangat mengagumi inisiatip-inisiatip dan gerakan-gerakan Paes dalam menyelamatkan gawang Indonesia dari serangan-serangan Australia. Ginting menjuluki pemain yang saat ini tergabung di klub FC Dallas yang bermain di MLS (𝘔𝘢𝘫𝘰𝘳 𝘓𝘦𝘢𝘨𝘶𝘦 𝘚𝘰𝘤𝘤𝘦𝘳), liga utamanya Amerika Serikat, sebagai "kancil terbang".
Hal ini beliau sampaikan dalam grup diskusi Tralikatara (Tradisi Lisan Karo Nusantara) usai menonton pertandingan antara Indonesia vs Australia. Julukan ini beliau lontarkan terhadap Maarten Paes bukan karena ukuran tubuhnya yang mungil sperti seekor kancil (tinggi badan Paes: 192 cm), namun oleh karena gerakannya yang spontan dan lincah.
"Paes bergerak ke sana ke mari, melompat dan menepis setiap serangan yang datang dengan cepat, lincah dan tepat," ujarnya menggambarkan gerakan-gerakan Paes.
Namun, julukan Si Kancil Terbang ini ternyata bukan hanya karena gerakan-gerakannya yang lincah itu. Menurut Ginting, pais artinya kancil dalam Bahasa Karo.
"Makanya Maarten Paes loncatannya kayak pais (kancil)," ujar Ginting sambil tertawa.
Apakah 𝘬𝘢𝘮 juga setuju dengan pendapat Juara R. Ginting ini dan setuju kita juluki 𝘪𝘮𝘱𝘢𝘭 Maarten Paes ini dengan julukan "Si Kancil Terbang"?Bagaimana menurut𝘯𝘥𝘶 𝘬𝘢𝘥𝘦-𝘬𝘢𝘥𝘦?
Mejuah-juah INDONESIA