Kolom Acha Wahyudi:
Rentang USIA SUBUR wanita adalah 22-27 tahun, dimulai sejak usia menarche sekitar 13 tahun sampai usia 35-40 tahun. Most of women pada usia 40 tahun akan memasuki masa PERIMENOPAUSE. Dimana kadar estrogen dan progesteron mulai menurun, atau bahkan di usia 35 tahun bagi wanita yang mengalami EARLY PERIMENOPAUSE yang selanjutnya akar mengalami EARLY MENOPAUSE pada usia sebelum usia menopause normal.
Usia harapan hidup Indonesia saat ini 75,60 tahun.
Rentang usia wanita mengalami kekurangan hormon sekitar 35,60 (75.60 - 40) tahun atau sekitar 40.60 tahun bagi wanita yang mengalami early menopause. Lebih panjang dibanding usia subur wanita!
Sayangnya, hampir di seluruh fakultas kedokteran di dunia, para calon dokter bahkan para calon dokter spesialis OBGYN hanya mendapatkan mata kuliah Menopause sangat minim, apalagi mengenai Perimenopause. Bisa dibayangkan seberapa minimnya pengetahuan masyarakat awam.
Masyarakat sangat urgent mendapatkan informasi dan treatment atas gangguan Perimenopause dan Menopause yang pasti dialami wanita, disadari atau tidak. Wanita perlu memahami bahwa gangguan tersebut bukan suatu yang harus diterima dengan pasrah.
Berdasarkan penelitian neurosains terbaru, dengan atau tanpa symptoms, dengan berkurangnya hormon estrogen dan progesteron wanita akan mengalami penurunan fungsi kerja otak jauh lebih cepat dibanding laki-laki. Juga gangguan berat organ penting lainnya.
Masalah yang timbul karena tingkat awareness Pemerintah masih sangat minim, adalah:
1. Kesulitan untuk menemukan dokter yang mempunyai literasi terkini tentang Perimeno/Menopause, bisa dibayangkan berapa minimnya tingkat pemahaman mayoritas wanita Indonesia.
2. Tingginya stress seluruh anggota dalam satu keluarga dimana Sang Ibu yang sebelumnya menjadi penyumbang kalori terbesar dalam keluarga, mengalami masalah kesehatan karena efek roller coaster hormon ini dianggap sebagai suatu yang wajar. Ini juga ditenggarai sebagai salah satu penyebab yang mengakibatkan angka perceraian tinggi di rentang usia Perimenopause-menopause.
3. Bagi wanita yang telah aware akan hal ini, selain kesulitan mendapatkan dokter yang pro Hormon Replacement Therapy, juga kesulitan mendapatkan BHRT dan vitamin dengan harga terjangkau (Bagi kebanyakan wanita Indonesia).
Contoh: harga 1 blister Bioidentical Hormon termurah sekitaran Rp. 200 - 900 ribuan. Sementara pil hormon untuk KB telah dibuat generik, bisa didapat dengan harga di bawah Rp. 10 ribu atau bahkan gratis.
Harga vitamin dengan kandungan yang cukup pun hampir tidak terjangkau. Karena hampir semua vitamin dengan ingredients bagus harus import. Padahal mineral apa yang tidak ada di dalam perut Bumi negeri ini?
4. Gangguan cardiovascular, osteoporosis dan gangguan pada kerja otak akibat kekurangan hormon, seringkali diatasi hanya dengan pemberian obat simptomatik dan degeneratif, jarang sekali dokter mempertimbangkan kemungkinan defisiensi tiga sexual hormone pada wanita di fase Perimenopause/menopause.
5. Kementerian Kesehatan seyogyanya berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Olah raga untuk memberikan kurikulum tentang Perimenopause dan Menopause sejak minimal SMA. Agar setiap siswa terutama siswi mengetahui siklus/fase ini sehingga dapat melakukan tindakan preventif dengan mulai memperhatikan pola makan yang baik dan olahraga rutin sejak usia belia, dan mulai melakukan muscle training di usia 20 tahunan. https://www.youtube.com/watch?v=ordvR1cQwnU