Kolom Aditya W. Gintings: Catatan Menyambut Hari Pilkada -- — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Aditya W. Gintings: Catatan Menyambut Hari Pilkada --

Budaya ·
Kolom Aditya W. Gintings: Catatan Menyambut Hari Pilkada --

Wahai saudaraku, ketika kita melangkah ke bilik suara, kita bukan hanya membawa diri, tetapi juga harapan seluruh jiwa yang hidup di tanah ini. Dalam sunyi ruangan kecil itu, tidak ada yang menemani kecuali suara hati, nurani, dan pandangan Tuhan yang senantiasa mengawasi.

Amplop yang mungkin tergenggam hanya sekejap, seperti angin yang lewat, tak meninggalkan arti kecuali penyesalan yang berkarat.

Bansos yang pernah singgah hanyalah setetes air di tengah samudra, sementara kebutuhan kita adalah lautan yang luas. Presiden dan bekas presiden, mereka hanyalah bayang-bayang sejarah, hadir lalu pergi bersama waktu. Namun, Tuhan, Dialah yang kekal, yang menakar setiap pilihan, dan menimbang setiap niat.

Di bilik suara, suaramu menjadi doa. Ketika kau memilih, bukan hanya nama yang kau coret, melainkan masa depan yang kau ukir. Pilihanmu adalah benih yang akan tumbuh menjadi pohon kehidupan, memberi buah bagi mereka yang belum lahir, dan menaungi mereka yang terpinggirkan.

Maka, saudaraku, jangan kau kotori ruang suci itu dengan kepentingan sesaat. Jangan kau biarkan nafsu memimpin tanganmu, atau ketakutan membisukan nuranimu. Masuklah dengan hati yang bersih, dengan ingatan pada Tuhan, karena di hadapan-Nya setiap suara adalah saksi.

Hari Pilkada bukanlah soal menang atau kalah, tetapi soal kita memilih jalan yang benar. Bukan tentang menguntungkan diri sendiri, tetapi tentang membangun rumah bersama yang kokoh. Pilihanmu adalah amanah, dan amanah itu adalah ibadah.

Ingatlah, suara yang dilandasi cinta pada Tuhan dan sesama akan menjadi cahaya yang menuntun negeri ini menuju keadilan dan kesejahteraan.