Kolom Alvian Fachrurrozi: Kalau 28 Oktober — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Alvian Fachrurrozi: Kalau 28 Oktober

Berita terkini ·
Kolom Alvian Fachrurrozi: Kalau 28 Oktober

Bayangkan kalau pada 28 Oktober 1928 silam para pemuda terbaik bangsa kita hanya pemuda yang mabuk kepayang ajaran batin dan keblinger dengan ajaran spiritual ilusif, yang hanya mempercayai pentingnya revolusi batin personal dan mengabaikan segala persoalan sosial yang ada seperti yang diajarkan oleh Jiddu Krishnamurti.

Maka mereka tidak akan peduli untuk menyelidik sejarah bangsanya.

Tidak akan peduli pada keagungan leluhurnya. Tidak akan peduli untuk memiliki tekad sebagai bangsa yang bermartabat. Mereka juga tidak akan sudi untuk berdiskusi, berkonsolidasi, dan mengorganisasikan perlawanan pada penjajah.

Bayangkan kalau para pemuda di tahun 1928 itu sudah merasa menjadi manusia yang paling revolusioner hanya dengan duduk tenang dan mengamati napas. Ya, mungkin dengan cara seperti itu kita akan cukup puas jadi "bangsa meditatif tanpa tanah air", persis seperti bangsa Tibet yang naif.