Kolom Andi Safiah:
Positivisme adalah aliran filsafat yang menekankan pada pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman inderawi dan bukti empiris yang dapat diverifikasi. Aliran ini berpendapat bahwa satu-satunya sumber pengetahuan yang valid adalah fakta-fakta yang dapat diamati dan diukur.
Positivisme menolak spekulasi metafisik atau pengetahuan yang tidak dapat diuji melalui metode ilmiah.
Pendiri utama positivisme adalah Auguste Comte, seorang filsuf Prancis abad ke-19. Comte berpendapat bahwa masyarakat berkembang melalui tiga tahap:
Pertama, tahap teologis (di mana fenomena alam dijelaskan dengan makhluk supranatural), Kedua, tahap metafisik (di mana fenomena alam dijelaskan dengan konsep abstrak), dan ketiga, tahap positif (di mana fenomena alam dijelaskan dengan metode ilmiah).
Dalam positivisme, ilmu pengetahuan dianggap sebagai alat utama untuk memahami dunia, dan tujuan utamanya adalah untuk menemukan hukum-hukum umum yang mengatur fenomena alam dan sosial.
Kalau dalam pandangan Jacques Derrida Positivisme adalah sebuah aliran filsafat yang orientasinya memang harus ilmiah. Tujuannya untuk menggusur sebagian besar paham filsafat dan agama yang tidak bermakna dengan mengaplikasikan pendekatan verifikasi yang ketat.
Sehingga pertengkaran manusia soal ada atau tidaknya Tuhan "misalkan" menjadi tidak bermakna karena Tuhan itu tidak dapat diverifikasi atau diperiksa secara langsung.