Kolom Aspipin Sinulingga: Dapur Dan Kakus Tempo Dulu Di
Konversi minyak tanah ke gas LPG sama sekali tidak menggugah dapur nenekku di kampung. Nenek tetap setia dengan tungku batu dan kayu bakar sebagai alat masak-memasaknya. Ternyata teori modernisasi George Ritzer yang terkenal dengan nama Teori Juggernaut itu bukan sesuatu yang universal.
Tidak semua rata digilas perkembangan jaman dan perubahan alat kehidupan manusia.
2024 ini aku masih bisa menikmati seni memasak air di atas tungku kayu yang menghasilkan air minum dengan cita rasa "smokey" yang khas, atau nasi yang memiliki tekstur pulen sempurna, seberda jauh dengan nasi yang dihasilkan lewat proses memasak dengan rice cooker.
Satu lagi, 2024 ini Aku masih bisa menikmati betapa asyiknya berjongkok buang hajat sambil ditemani pemandangan langit cerah (siang hari) atau kemerlap bintang (malam hari) sambil sesekali disuguhi penampakan fauna-fauna belukar seperti ulat bulu, atau jika beruntung, ular kobra.
Kadang, ketika malam, kuntilanak atau pocong bersedia juga secara ikhlas menampakan diri ketika anda jongkok berak di kakus macam ini. Jangankan bule, anak jaman NOW mana tahu menikmati betis berjongkok di kakus darurat macam begini.
Ayo tulis kenangan kawan - kawan di Kolom Komentar...