Kolom Feri Ipenk S. Ginting: Menjadi Narasumber -- Membedah
Saya diundang menjadi narasumber oleh teman-teman dari komunitas Medan Film Festival II karena postingan saya beberapa minggu lalu tentang Film Turang, sebuah harta karun yang hilang sudah ditemukan kembali dan diputar di kesain Rumah Gundaling, Jl. Djaga Depari No. 417, Desa Seberaya (Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo). Tulisan ini menjadi viral dan menjadi trending topic di kalangan penggiat perfilman di Sumatera Utara, khususnya di Medan.
Ketika moderator menodong saya untuk bercerita tentang proses panjang hingga file film ini ditemukan, saya mengambil langkah aman dan tidak meladeni pertanyaannya.
Aku mengatakan tidak mempunyai kompetensi untuk menjawabnya karena bukan aku yang menemukan film ini. Yang berhak menjawab pertanyaan ini nanti adalah pak Idris Pasaribu dan kak Bunga Siagian. Jadi saya tetap di jalur penulisan naskah dan bagaimana jelinya seorang Bachtiar Siagian memberikan gagasan menyelesaikan konflik yang ia bangun di dalam cerita yang ia tuangkan di dalam naskah dengan cara yang logis dan masuk akal. Sangat banyak naskah yang gagal menyajikan argumentasi logis dalam penyelesaian masalah dalam cerita yang mereka bangun.
Itu gaya Ipenk, aku gak akan pernah mau berbicara tentang hal yang tidak kupahami, ataupun jika kupahami aku tetap tidak akan berbicara jika itu bukan ranahnya aku untuk berbicara.
Agak kagok juga awalnya karena panitia yang menghubungi meminta aku membawa materi tentang penulisan naskah, ternyata begitu sampai di lokasi tema diskusinya adalah tentang pemutaran film Turang dan proses panjang mencari keberadaan film Turang sampai film tersebut berhasil ditemukan dan dibawa pulang.
Tapi, sebagai mantan orang lapangan dan orang panggung yang tidak boleh terlihat gugup dan harus cepat menyesuaikan diri membuat aku masih dapat menyampaikan materi dadakan dengan lancar. Sementara materi yang sudah kupersiapkan dan kukirim kepada panitia agar diprint sama sekali tidak kupresentasikan karena miss komunikasi dengan panitia yang menghubungi aku.
Terimakasih untuk kalian yang telah memberikan kepercayaan kepada petani yang kebetulan hobby menulis ini.