Kolom Ita Apulina Tarigan: Mengunyah — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Ita Apulina Tarigan: Mengunyah

Budaya ·
Kolom Ita Apulina Tarigan: Mengunyah

Ini berkah dari kedatangan Paus Fransiskus juga. Kebetulan ada kakak dari Kabanjahe mengikuti misa Agung di GBK. Langsunglah kita pesan ini itu. Pesan saya dua: belo dan minak pengalun.

Saya sebutkan apa saja nama benda di foto di atas, dari kiri ke kanan:

Jeruk, mbako (tembakau)

Gambir dan daun gambir

Belo (daun sirih)

Kalau jeruk buat cemilan saja.

Mbako ini berwarna kuning, diiris dan dikeringkan oleh petaninya.

Gambir yang bulat adalah sari daun gambir yang dibentuk dengan berbagai cetakan. Fungsinya sama dengan daun gambir. Ada sebagian pemakan sirih menggunakan daun gambir yang sudah direbus dan dikeringkan. Terlihat lapisan seperti tepung di daun gambir, itu adalah sari gambir.

Bagaimana cara menkomsumsinya? Tidak ada rumus yang pasti, tetapi diperlukan feeling agar ramuan daun sirih terasa enak dan komposisinya tidak membuat mulut terluka.

Terimakasih oleh-olehnya, selamat kembali pulang ke Kaban Jahe.