Kolom Juara R. Ginting: Apa Itu Bahasa
Masih ingat tulisan seorang pendeta GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) yang saya diskusikan beberapa waktu lalu di sini mengenai guru asal Samosir yang meminta muridnya di Kabanjahe menyanyikan lagu Batak? Kalau sudah lupa, bisa baca kembali dengan menekan tautannya di bawah ini. Kali ini dia menulis kisah pengalamannya lagi yang menarik.
Katanya, dia menghadiri sebuah acara adat di Sondi Raya (Simalungun) pada suatu hari. Lalu, dia bertanya kepada orang-orang yang hadir apakah bahasa yang mereka pergunakan Bahasa Batak. https://www.sorasirulo.com/kolom-juara-r-ginting-persoalan-riil-kbb-di-lapangan-bagaimana-memahami-guru-sd-asal-samosir-ini/?fbclid=IwY2xjawHHEz9leHRuA2FlbQIxMQABHTDn4xyrPsuOetDOC_P-pi0VS5bcv2K6rVEIhdt7cuCvXFXaeVzBH5htQg_aem_cQvsnlkmlLXeuSojCVFlzw
"Bukan, ini Bahasa Simalungun, kata mereka," tulis pendeta itu.
Di hari lain dia ke Sipirok menghadiri acara adat juga. Dia bertanya apakah bahasa yang mereka pergunakan Bahasa Batak.
"Bukan, ini Bahasa Mandailing, kata mereka," tulis pendeta itu lagi.
Di lain waktu dia ke Salak (Pakpak Bharat) juga untuk menghadiri acara adat. Dan, dia bertanya lagi apakah bahasa yang mereka pakai Bahasa Batak.
"Bukan, ini Bahasa Pakpak, kata mereka," tulis pendeta itu.
Di suatu hari lain, dia menghadiri acara adat di Tigabinanga (Kabupaten Karo). Dia bertanya ke hadirin apakah bahasa yang mereka pergunakan Bahasa Batak.
"Bukan. Ini Bahasa Karo, kata mereka," tulis sang pendeta.
Terakhir, dia ke Ambarita (Samosir) menghadiri acara adat. Dia bertanya kepada hadirin apakah bahasa yang mereka pergunakan adalah Bahasa Batak.
"Iya, ini Bahasa Batak, kata mereka," tulisnya.
Lalu, dia melanjutkan tulisannya memperkenalkan istrinya (nora) beru Munthe bere Malau.
"Istri saya Orang Batak sedangkan saya Orang Karo," katanya dengan nada merasa telah berhasil menjelaskan Karo Bukan Batak (KBB) dengan cara mudah, sederhana, dan menggambarkan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata (bukan sebagaimana ditulis di buku-buku copy-paste).