Kolom Juara R. Ginting: Jabu Kosa Kata Asli
Jabu adalah sebuah kosa kata yang dikenal di Karo, Simalungun, Pakpak, Batak, dan Mandailing. Karena dikenal luas seperti itu, orang-orang termasuk orang-orang Karo percaya kalau itu sebuah kosa kata yang aslinya bukan Karo. Seperti Bahasa Karo pada umumnya, langsung diasumsikan merupakan bagian dari Bahasa Batak.
Asumsi itu tidak pernah mendapat pengujian.
Terpenting semua orang langsung bisa menerimanya karena terasa logis. Kalau ada yang tidak setuju JABU adalah kosa kata yang berasal dari Bahasa Batak, berarti dia itu adalah KBB si tukang bikin ribut.
Tapi, begitupun, mari kita uji sekali.
Menurut J.H. Neumann, JABU adalah gabungan 2 kata, yaitu JE dan ABU. Untuk memahami kata JE, mari kita jenguk sebuah pertanyaan tradisional: "Je kai kam, nak? " Maka jawabnya: "Aku Je Ginting. " Atau Je Karo-karo, Je Perangin-angin, Je Sembiring atau Je Tarigan.
Generasi muda umumnya tidak lagi mengenal percakapan tradisional seperti itu. Je Ginting artinya dia itu seorang perempuan yang kawin dengan seorang pria dari merga Ginting. "Je Ginting " mengisyaratkan "jabuna ingan kundulen kalak Ginting ".
Apa artinya ABU di dalam penggabungan "Je + Abu "?
Mari kita jenguk istilah GANCIH ABU yang artinya seorang perempuan mengawini duda yang ditinggal mati oleh saudarinya (kakak atau adik). Untuk lebih memahami arti ABU dalam istilah GANCIH ABU, mari kita bandingkan dengan istilah LAKO MAN yang artinya seorang laki-laki yang mengawini janda yang ditinggal mati oleh saudaranya (abang atau adik).
Apa yang menghubungkan kata ABU di dalam istilah GANCIH ABU dengan kata MAN di dalam istilah LAKO MAN?
Hubungannya akan menjadi jelas kalau kita memahami ABU di dalam GANCIH ABU adalah abu dapur dan MAN di dalam LAKO MAN adalah makanan yang dimasak di dapur. Intinya adalah bahwa issue utamanya berada di seputar dapur.
Pengertian JABU di dalam Bahasa Karo adalah satu bagian dari Rumah Si 4 Jabu atau 6, 8, 12, 16 atau 24 Jabu yang masing-masing ditandai dengan dapur. ERJABU yang artinya kawin secara harafiah pemahamannya adalah "menjadi bagian dari sebuah rumah adat".
Kembali ke soal asal usul kosa kata JABU yang tersebar luas di banyak suku di Sumatera Utara dan juga Alas, Singkel, dan Gayor di Aceh. Di manakah ada pemakaian istilah, "Je kai kam? " atau "Je aha do ho? "
Galilah apa yang ada di Suku Karo sendiri sebelum kam dengan mudahnya langsung ke asumsi bahwa semuanya berasal dari Batak atau bagian dari Batak.