Kolom Nisa Alwis:
Hujan, dalam mitologi Yunani adalah kuasa dewa Zeus. Dengan satu perintah ia mampu melepaskan hujan deras, petir dan angin topan. Di kepercayaan Tiongkok, ada legenda Kui Long. Seekor naga raksasa yang memiliki kekuatan menyemburkan angin serta air hujan.
Sementara di ajaran Islam, hujan diatur oleh malaikat yang bertugas khusus menurunkan hujan, yaitu malaikat Mikail.
Demikian antara lain kepercayaan dan imajinasi manusia di berbagai wilayah pada masanya. Kini di era sain dan teknologi, bagaimana hujan turun sudah dipahami prosesnya secara ilmiah (evaporasi, kondensasi, presipitasi) sejak anak-anak kita SD. Tiada kaitan dengan kegaiban.
Kamu besok perlu pakai jaket atau nggak, bawa payung atau nggak, tinggal lihat forecast yang meramal cuaca dengan akurat. Berkat ilmu meteorologi dan geofisika, hujan bahkan dapat direkayasa; dialihkan atau dibuat hujan buatan.
Tetapi, ada pula yang masih andalkan pawang hujan tradisional seperti mbak Rara. Lalu, bagaimana dengan kegiatan malaikat, dewa dan naga?