Kolom Seriulina Karosekali: Pesta Demokrasi Dan Bencana
Ketika berangkat ke kecamatan untuk menjemput kotak suara Pilkada 2024 di hari Selasa 26 Novemenber 2024, dengan kendaraan roda dua, tidak pernah terbayang akan kembali esok harinya dengan dua kaki. Kisahnya dimulai dengan ketidakberanian mobil box vendor kotak suara ke kantor desa sebagai kantor sekretariat PPS Desa Salabulan (Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang).
Memang ke kantor desa yang berada di tengah hutan, persimpangan antara Dusun 2 Pagaraji dan Dusun 3 Laja, akan melewati medan yang lumayan curam.
Kami pun sepakat menerima kotak suara di TPS 1 di Dusun 1 Salabulan untuk kemudian dipindahkan ke kantor desa dengan kendaraan roda dua. Tetapi, karena hujan terus menerus, setelah koordinasi dengan PPK dan pihak keamanan Polisi dan Babinsa, kotak suara akan kita inapkan di gedung SD Negeri yang ada di Dusun Salabulan.
Satu ruangan kita minta ke pihak sekolah untuk penyimpanan kotak suara yang nantinya pada pagi subuh Pukul 05.00 wib ke TPS 2 Dusun 3 Laja. Setelah musyawarah dengan pihak keamanan, saya bersama PPS yang lain kembali ke TPS 2 Dusun 3 Laja dan besok pagi akan kembali menjemput kotak suara itu.
Kami berangkat dari Dusun 1 ke Dusun 3 sekitar Pukul 23.30 wib. Walaupun masih diguyur hujan, sampai di jalan daerah Embang Panoni, kami harus kembali karena jalan sudah ditutup pohon dan lumpur bekas longsoran. Kembali ke Dusun 1 dan besok paginya berangkat ke TPS Dusun 3 Laja dengan memikul kotak suara serta bilik suara.
Kami sepakat kotak suara harus sampai ke TPS agar pemungutan suara dapat dilaksanakan pada tanggal 27 November. Diantara lumpur yang berselemak, pohon material longsoran dan juga banjir bandang serta rasa was-was longsoran baru bisa menimpa, kami mengumpulkan semangat dan keberanian untuk terlaksananya pemungutan suara.
Begitu juga saat pengembalian kotak suara tanggal 28 November besok harinya. Kembali masih melewati material longsoran. Kali ini dibantu oleh bapak seorang polisi dan seorang anggota Linmas.
Akhirnya kami dan kotak suara dapat melewati tantangan bencana di banyak titik longsoran pada lintas jalan dari Dusun 3 Laja Desa Salabulan, Desa Rumah Kinangkung dan akhirnya sampai di Desa Buluh Awar dengan jalan kaki.
Dari desa Buluh Awar kami rental mobil pickup menuju Kecamatan Sibolangit. Kira -kira Pukul 19.00 wib (jelang malam) kotak suara sampai di kecamatan dengan aman. Kisah drama kotak suara Pilkada selesai,
Terima kasih kepada pihak yang sudah memberikan bantuan seperti Polisi, Babinsa, Linmas, dan termasuk PPK untuk pengertiannya atas keterlambatan sampainya kotak suara. Juga buat pemerintahan desa yang gercep menghadirkan alat berat. https://www.youtube.com/watch?v=VBuMg4-Rd1k&t=11s