Kolom Tetty Sinuhaji (njonjah Poenja): Rabit Atau — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Tetty Sinuhaji (njonjah Poenja): Rabit Atau

Budaya ·
Kolom Tetty Sinuhaji (njonjah Poenja): Rabit Atau

Dahulu, masa kecil, aku ingat di kampung kami para perempuan kalau ada acara wajib rabit alias mengenakan sarung; baik resmi atau hanya pertemuan keluarga. Ketika makan duduk di tikar mata bapak akan mendelik kalau anak perempuannya duduk sembarangan dan tidak mengenakan sarung. Begitu pula kalau ada acara pesta secara umum di daerahku Taneh Karo, maka perempuan mengenakan sarung dan kebaya.

Lelaki juga begitu. Kalau bukan terletak di bahu maka pasti dikenakan di pinggang sebagai ikat (erbenting kibul ) ataupun dikenakan sebagai sarung juga.

Perkembangan dunia fashion, asimilasi atau pengaruh budaya luar tradisi itu mulai ditinggalkan. Berganti menjadi pakaian yang sering kita kenal dengan rok atau celana panjang (mungkin begaya Eropah?) karena dianggap lebih praktis untuk beraktivitas, saat ini, kalau kita perhatikan kembali lagi, banyak orang mengenakan sarung.

Menjadi trend anak muda senang mengenakan sarung. Menyenangkan melihatnya. Ahhh ..... ternyata mengenakan sarung tak harus berkebaya dan sanggulan, sarung dapat dikenakan dalam aktivitas sehari-hari. Simpel praktis.

Ayuks, kembali kenakan budaya kita, tampil cantik dan elegan. Mau bersarung batik atau tenun semuanya indah.