Musim Panen Padi Ladang Di Karo — Sorasirulo
Sorasirulo

Musim Panen Padi Ladang Di Karo

Budaya ·
Musim Panen Padi Ladang Di Karo
Laporan SERIULINA KAROSEKALI dari Dusun Laja (Kecamatan Sibolangit)

Panen padi adalah adalah sebuah tahapan dalam menyambung hidup sebagian besar orang-orang Indonesia karena sebagian besar orang Indonesia menggunakan nasi olahan terakhir dari padi sebagai makanan pokok di Laja (Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang), telah puluhan tahun warganya tidak lagi menanam padi seperti jaman dulu.

"Dulu, masa-masa indah saat semua warga kampung menanam padi ladang untuk dikonsumsi sendiri," kata seorang warga Laja.

Padi ladang ditanam tidak untuk dijual, tapi hanya untuk kebvutuhan sendiri (ekonomi subsisten). Baru-baru ini, sebagian warga mencoba lagi menanam padi lahan kering. Memang masih dalam jumlah sedikit karena masih mencoba apa yang pernah dilakukan oleh para orangtua mereka dulu. Sekarang Saatnya Panen

Panen atau rani dalam Bahasa Karo untuk padi ladang ini menggunakan alat sederhana yang digunakan jaman dulu namanya ketam atau ani-ani dalam Bahasa Indonesia. Alatnya terbuat dari kayu dan pisau silet yang dibentuk sedemikian rupa secara sederhana.

Alasan warga menggunakan alat ini, bukannya pakai sabit atau alat modern adalah, selain mereka memang menanam hanya jumlah kecil karena masih percobaan, mereka ingin mengenang dan merasakan kembali suasana jiwa bertani jaman dulu. Juga agar jerami-jerami tidak menumpuk di satu tempat dalam jumlah besar.

Jika panen menggunakan ketam atau ani-ani ini, yang dipotong hanya tangkai buah padi. Batang padi tetap di tempatnya tumbuh. Setelah selesai dipanen, batang padinya tetap dibiarkan di tempatnya masing-masing. Lalu, batang dicabut dari tanah dan kemudian akan membusuk di tengah ladang dan menjadi pupuk alami. https://www.youtube.com/watch?v=CsanYuaFmFA