Petani Laubaleng Khawatirkan Kemarau
DENHAS MAHA | LAUBALENG (Karo Berneh) | Minimnya curah hujan di musim tanam akhir tahun ini membuat petani jagung di Lau Baleng (Karo Berneh) takut akan merugi kembali setelah sebelumnya dilanda kemarau panjang di awal musim tahun 2024.
Kekhawatiran ini terekam oleh SORA SIRULO setelah berbincang-bincang dengan beberapa petani.
"Sudah beberapa minggu hujan tidak turun sementara bibit sudah ditanam bahkan sudah ada yang memasuki masa pembuahan. Saat ini, tanah pun mengering," ucap B. Sembiring (52), warga Desa Laubaleng Kabupaten Karo .
Pantauan di lapangan, awal musim Tahun 2024 kemarin banyak petani yang merugi karena gagal panen akibat kemarau panjang. Di Musim Tanam kali ini kembali hujan tak kunjung turun setelah begitu lama penanaman bibit jagung.
R. beru Karo (43), salah seorang warga yang mengajukan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) di salah satu bank pemerintah untuk modal menanam jagung mengatakan, "Jika jagung tidak menghasilkan kali ini, kami takut tidak bisa membayarkan hutang yang ada di bank. Apa yang mau dibayarkan jika hasilnya tidak ada?" ungkapnya kepada reporter anda.
Petani hanya bisa pasrah, berharap segera turun hujan sehingga tanaman yang mulai mengering menjadi segar kembali dan tidak menyebabkan kerugian nantinya.