Oleh JUARA R. GINTING
Perdata Nangin telah membuat banyak reels yang, menurut penilaian saya, sangat ...... dan sangat bagus, meskipun kekuatan semua dari reels yang ditampilkannya adalah "ala kadarnya" alias "kesederhanaannya". Saya menyebut "ala kadarnya" untuk menghadapkannya dengan kecenderungan para pembuat reels amatiran yang berusaha membuatnya sesensasional mungkin. Tentu saja presentase reels memiliki banyak keterbatasan seperti waktunya yang harus singkat, perekaman dan penampilannya yang harus dalam posisi vertikal (potrait), bukan horizontal (landscape) seperti di youtube atau video-video lainnya.
Apalagi kayaknya sang konten kreator menggunakan alat editing yang sangat sederhana dan kemungkinan sekali gratisan online.
Oleh karena itu, ulasan saya lebih mengarah kepada kelebihan-kelebihan reels ini daripada kekurangannya. Semoga para konten kreator amatiran dapat belajar dari sini untuk menjadi lebih profesional.
Semua ulasan saya dapat dilihat sebagai mewakili semua reels yang dibuat oleh Perdata Nangin meskipun saya hanya menunjuk kepada satu reels mengenai Minyak Karo (reels-reelsnya yang lain bisa dilihat di dinding facebooknya). Untuk melihat reels Minyak Karo silahkan tekan tautan ini https://www.facebook.com/share/r/1BgViAnEyV/
Video-video YouTube Perdata Nangin bisa tekan tautan ini: SAGAN MEDIA - YouTube https://www.youtube.com/watch?v=9hNWf5yg0VQ Pemilihan Thema
Thema yang dipilih oleh sang konten kreator adalah suatu hal yang banyak orang tahu, tapi jarang yang menjadikannya sebagai sebuah subjek istimewa untuk dijadikan berita.
Saya pribadi punya sejarah tersendiri dengan kios-kios penjualan obat tradisional Karo di Pasar Kabanjahe.
Sewaktu masih aktif sebagai guide lokal di Berastagi, saya sering membawa wisatawan Barat memasuki Pasar Kabanjahe untuk memperlihat para penjual barang-barang khusus, seperti raga dayang, tikar anyaman pandan (bengkuang), kain tenun, gula merah, penjual alat-alat buatan pande besi, dan kios-kios penjual obat-obatan itu.
Dengan dana penelitian dari Lembaga Penelitian USU saya pernah melakukan penelitian khusus mengenai kios-kios penjual obat di pasar-pasar tradisional Karo seperti Pancurbatu, Delitua, Berastagi dan Kabanjahe. Usai penelitian saya membuat laporannya dengan judul Apotik Tradisional Karo.
Saya tertarik pada obat-obatan tradisional Karo sejak membaca laporan perjalanan missionaris pertama ke Taneh Karo, H.C. Kruyt, ke Dataran Tinggi Karo. Dia menggambarkan pasar-pasar tradisional Karo termasuk para penjual obat-obatan dan bahan-bahan ramuan obat.
Laporan penelitian sayapun menekankan bagaimana kios-kios ramuan obat yang sekarang ini adalah proses lanjut tradisi Karo yang telah ada sejak Prekolonial.
Dengan kata lain, tanpa pengetahuan, orang-orang memang tidak akan melirik keistimewaannya kecuali kala membutuhkan obat untuk penyembuhan atau perawatan kesehatan. https://www.youtube.com/watch?v=PcKqzyhiesc Penjelasan Lisan Video
Penjelasan lisan dari sang kreator sangat informatif sehingga para pemirsanya mengetahui latar belakang para penjualnya dan obat-obat yang dijualnya di sana. Dampak Positif Reels
Banyak reels yang tidak punya dampak apa-apa kecuali hiburan atau memancing tawa maupun amarah saja. Sementara video ini diharapkan berdampak positip terhadap:
1. Pengenalan apotik tradisional Karo yang menyediakan bahan-bahan obatan maupun obatan siap pakai yang mirip sekali dengan toko-toko obat China yang sudah mendunia.
2. Semoga saja para pengusahanya mendapat peningkatan penjualan setelah tersebarnya video ini
3. Meningkatkan rasa bangga terhadap tradisi sendiri karena, dibandingkan suku-suku di Indonesia lainnya termasuk suku-suku tetangga, Karo adalah satu-satunya suku yang punya tradisi seperti ini.
Ketiga hal di atas menjadi bagian langsung maupun tidak langsung dari Gerakan KBB (Gerakan Karo Bukan Batak). Dengan beberapa teman penggiat KBB, kami sepakat kalau Gerakan KBB sudah saatnya dilanjutkan dengan lebih banyak mengetengahkan berbagai hal yang istimewa dari Taneh Karo, Orang Karo, dan Budaya Karo.
Sedikit lompat ke reels Perdata Nangin yang lain, yaitu mengenai daerah Singalorlau yang menjadi sentra jagung. Dalam hal ini, dia memilih salah satu keistimewaan Singalorlau yang sekaligus menjadi keistimewaan Suku Karo secara umum sekaitan dengan Karo adalah salah satu sentra jagung di Indonesia.
Ringkasnya, video-video Perdata Nangin memperkenalkan keistimewaan Karo kepada dunia dan juga kepada Orang-orang Karo yang tidak banyak mengenal sukunya sendiri. Inilah yang biasa kami sebut "Enda Karo Ndai" di samping kita tentu saja tetap prihatin terhadap kekurangan-kekurangan Karo yang kami sebut "Karo Enda Ndai". https://www.youtube.com/watch?v=xk2i-DYKKE0 Teknik Perekaman
Teknik perekaman video ini di atas rata-rata amatiran. Setelah saya menyampaikan video-video Perdata Nangin ke Ita Apulina Tarigan, dia mengatakan Perdata ini dulunya bekerja di ANTV sebagai program direktur yang kini pulang kampung. Ternyata dia pembuat film profesional yang saya belum tahu sebelumnya.
Itulah inti yang saya sampaikan, semakin profesional seorang pembuat film dokumenter semakin biasa-biasa saja dia melakukan perekaman. Terpenting adalah enak ditonton dan informatif.
Hal itu terutama sekali untuk dibandingkan dengan para amatiran yang suka merekam video yang pindah ke sana pindah ke sini sehingga pusing kepala menontonnya.
Saya sering menganjurkan para reporter kita untuk membuat video yang lebih baik kameranya diam di tempat dari pada bergerak ke sana ke mari. Usahakan juga untuk tidak goyang.
Dengan mengikuti anjuran sederhana dari saya itu, kam sudah bisa membuat video yang berkualitas tinggi. Semakin profesional pembuat film dokumenter semakin sederhana tampilan videonya. Karo Endai Ndai
Apa yang bisa kita lakukan untuk Karo lewat media sosial sekarang ini?
Melakukan perekaman dan mengetengahkan konten-konten yang memperkaya informasi mengenai Alam, Manusia, dan Budaya Karo adalah bagian dari keprihatinan kita terhadap Karo Enda Ndai. Tidak usah terlalu sibuk menuntut ke sana sini, apalagi menuntut sesama Rakyat Karo.
Perdata Nangin sudah melakukan Enda Karo Ndai sebagai bagian dari Karo Enda Ndai tanpa berkata "ba bi bu". https://www.youtube.com/watch?v=ls8GN_1yMpc